News Coverage

The EU Delegation to Indonesia, Brunei Darussalam and ASEAN has welcomed the impact of an EU-Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) study commissioned by the Centre for Strategic and International Studies (CSIS) and released in Jakarta on Thursday.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap  perundingan Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) bisa rampung sesegera mungkin. Kemendag pun optimistis perjanjian ini bisa rampung di 2021.

CSIS menganggap ratifikasi perjanjian dagang Indonesia-Europe Union CEPA potensial mendukung pemulihan perekonomian nasional pasca covid-19. Setidaknya, finalisasi perjanjian tersebut mampu menambah sekitar 0,19% atau setara US$2,8 miliar kepada PDB nasional setiap tahunnya.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menjadi pembicara pada webinar yang diselenggarakan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) terkait Perundingan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) di Kantor Kementerian, Jakarta, Kamis (6 Mei).

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengembangkan strategi untuk mempromosikan Kopi Gayo berbasis Indikasi Geografis (IG) yang dinilai dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kinerja ekspor nasional.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan bahwa promosi produk IG akan terus digencarkan sebagai langkah persiapan menghadapi panen raya Oktober mendatang. “Produk IG dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kinerja ekspor nasional, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini,” tegas Agus.

Pemerintah menyiapkan strategi promosi kopi Gayo berbasis indikasi geografis. Hal tersebut dilakukan menjelang persiapan panen kopi Gayo Oktober mendatang, guna mendorong proses ekspor kopi tersebut di pasar global. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, produk dengan indikasi geografis atau IG bisa berkontribusi besar terhadap kinerja eskpor nasional. Khususnya, ekspor di masa pandemi covid-19.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan,  Kasan mengatakan, kopi Gayo merupakan salah satu contoh produk Indikasi Geografis (IG) yang pertama diakui pasar global, khususnya pasar Eropa. Kata “Gayo” merupakan identitas kelompok/etnik yang merepresentasikan daerah asal. Selain itu juga menggambarkan pribadi yang melekat yang tidak dimiliki oleh IG dari negara lain.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak berbagai pihak mempromosikan produk Indikasi Geografis (IG) seperti kopi Arabika Gayo di pasar global, khususnya Uni Eropa. Menurutnya, kolaborasi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan diperlukan demi meningkatkan ekspor kopi di tengah tekanan krisis global.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) meresmikan Coffee Week Berbasis Indikasi Geografis (IG) dalam rangka meningkatkan kesadaran (awareness) terhadap IG. Gelaran ini juga untuk meningkatkan ekspor produk kopi berbasis IG Indonesia ke pasar Eropa khususnya kopi Arabika Gayo.

Page 1 of 6

Get the latest updates on ARISE+ Indonesia

Subscribe for free!