Bantuan Teknis II

Potensi ekspor ikan patin (Pangasius) ke Arab Saudi menggiurkan, diperkirakan mencapai 1.150 ton pada tahun 2023 untuk memenuhi pasokan katering haji dan non haji. Namun, pelaku usaha harus siap menjaga kontinuitas pasokan dan memenuhi persyaratan regulasi ekspor sesuai SFDA (Saudi Food and Drug Authority). Peluang dan kebutuhan ekspor ikan lele dibahas dalam Seminar Akses Pasar Ikan Lele ke Arab Saudi yang diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kemenlu), Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan ARISE+ Indonesia di Indonesia Convention Expo ( ICE) BSD, Jakarta.
Seminar pada 20 Oktober 2022 ini merupakan bagian dari program Trade Expo Indonesia 2022, pameran produk B2B Indonesia tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan untuk menarik pembeli internasional.
Dalam sambutan pembukaannya, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Merry Maryati kembali menegaskan komitmen Kemendag untuk mempromosikan produk Indonesia, termasuk ikan lele (Pangasius). Ia mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang ekspor ikan lele ke berbagai negara, khususnya Arab Saudi.
Menyampaikan keynote speech, Pj Dirjen Daya Saing Produk Kemenkeu, Ibu Ishartini, mengajak kerjasama multipihak untuk meningkatkan ekspor ikan lele, antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, Atase Perdagangan. dan ITPC, Otoritas Kompeten (Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Pengawasan dan Karantina Ikan (BKIPM)), dan asosiasi.
Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Daya Saing Produk Kemenkeu Erwin Dwiyana menyoroti peluang dan tantangan ekspor ikan lele Indonesia. Eksportir lele harus menangkap peluang ekspor dengan menurunnya ekspor lele dari Vietnam. Namun kendala pakan, ancaman penyakit, masuknya ikan lele ilegal dan belum adanya persetujuan dari Arab Saudi untuk beberapa produk perikanan Indonesia menjadi tantangan yang harus diperhatikan.
Atase Perdagangan KBRI Arab Saudi, Bapak Gunawan, mempresentasikan proses aplikasi untuk mendapatkan nomor persetujuan dari Arab Saudi.
Kepala International Trade and Promotion Center (ITPC) Jeddah, Mr Rivai Abbas membahas strategi way forward untuk meningkatkan ekspor ikan lele ke Arab Saudi dan dukungan yang diberikan oleh ITPC untuk memfasilitasi ekspor.
Direktur Pengawasan Peredaran Makanan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ibu Ratna Irawati menyampaikan informasi bahwa BPOM menandatangani MoU dengan SFDA pada Agustus 2020. Namun, SFDA mengkonfirmasi pada September 2022 bahwa SFDA akan terus melakukan onsite. pemeriksaan pemenuhan persyaratan mutu dan kehalalan produk perikanan budidaya Indonesia, termasuk ikan lele.
Sampai saat ini, 59 perusahaan telah menerima nomor persetujuan dari SFDA untuk ikan yang ditangkap dan produk olahannya, tetapi nomor persetujuan untuk akuakultur masih tertunda. SFDA akan melakukan kunjungan lapangan untuk memeriksa 28 kiriman baru untuk ikan dan akuakultur yang ditangkap.
Menurut perwakilan Asosiasi Pengusaha Ikan Lele Indonesia (APCI), Bapak Budi Mulyono, kapasitas produksi anggota APCI mencapai 18.000 ton/tahun dari 57 UPI Fillet, sehingga siap memenuhi kebutuhan haji 2023. APCI meminta dukungan Kemenkeu untuk menyediakan peningkatan kapasitas pembudidaya ikan lele, serta dukungan dari BPOM sebagai otoritas keamanan pangan di Indonesia dalam mengajukan Nomor Persetujuan SFDA.
Seminar ini dimoderatori oleh Ibu Artati Widiarti, mantan Direktur Jenderal Daya Saing Produk Kemenkeu.