Bantuan Teknis II

Sebagai negara kepulauan dengan lautan yang mencakup lebih dari dua pertiga wilayah negara, membangun ekonomi kelautan yang berkelanjutan sangat penting bagi Indonesia. Diperlukan strategi yang komprehensif untuk mengelola dan memanfaatkan kekayaan laut Indonesia yang luas dan kegiatan ekonomi berbasis kelautan untuk kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sangat penting mengingat bahwa praktik ekonomi laut yang tidak berkelanjutan telah mengakibatkan tantangan lingkungan dan degradasi laut, yang dapat berdampak pada mata pencaharian dan ekonomi pesisir. Oleh karena itu, transisi ke ekonomi biru memberikan peluang untuk mendorong pertumbuhan PDB sambil juga mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan mempromosikan konsumsi dan produksi berkelanjutan, industrialisasi berkelanjutan, pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, dan inklusivitas sosial melalui pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.
Mengikuti perumusan Kerangka Ekonomi Biru, Bappenas memprakarsai pengembangan Peta Jalan Ekonomi Biru, di mana ARISE+ Indonesia berkontribusi untuk mendukung proses analisis. Kick-off meeting dilakukan pada Kamis (20/05) untuk membahas ruang lingkup pekerjaan dan timeline. Perencana Kebijakan pada Direktorat Perdagangan, Investasi dan Kerjasama Ekonomi Internasional, Bappenas, Deasy Pane memimpin diskusi.
ARISE+ Indonesia akan mendukung Bappenas dalam menilai Indikator Kinerja Utama (KPI) yang ada di bawah rencana pembangunan jangka menengah Indonesia saat ini (2020-2024).
Digabungkan dengan analisis data dasar, ARISE+ Indonesia akan memberikan rekomendasi awal yang berkaitan dengan KPI dan target yang dimasukkan ke dalam pengembangan Peta Jalan Ekonomi Biru yang baru.
Menurut Deasy, KPI dan data baseline sangat penting sebagai dasar analisis lebih lanjut, terutama dalam proyeksi pertumbuhan.
Penilaian akan dilakukan oleh para ahli yang dibimbing oleh Senior Expert ARISE+ Indonesia, Widdi Mugijayani. Temuan awal diharapkan akan dipresentasikan pada akhir Juni 2022.