Bantuan Teknis I

Jakarta, 24 November 2022 - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia yang didanai Uni Eropa, menjadi tuan rumah forum pemodelan ekonomi internasional yang bertujuan untuk memperkenalkan alat analisis ekonomi-lingkungan terpadu untuk menilai dampak transisi energi pada indikator ekonomi makro bertajuk "Sustainable Growth through Harnessing Energy" hari ini. Alat kebijakan tersebut dikembangkan oleh Bappenas, dengan dukungan teknis dari ARISE+ Indonesia dan Oxford Economics.
Forum yang diresmikan oleh Deputi Bidang Perekonomian, Bappenas, Ibu Amalia Adininggar Widyasanti, dan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. Vincent Piket, berfungsi sebagai platform untuk berbagi pengetahuan dan mendiskusikan strategi menuju transisi ekonomi hijau yang adil dan berkelanjutan.
Dalam sambutan pembukaannya, Deputi Bidang Perekonomian Bappenas, Ibu Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, “Sebagai bagian dari transformasi ekonomi untuk mencapai Visi Indonesia 2045, Indonesia berkomitmen untuk menggunakan transisi energi untuk mencapai ekonomi hijau dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Kami berharap alat analisis ini akan membantu pemerintah pusat dan daerah memasukkan rencana transisi energi dalam perencanaan ekonomi masing-masing dan dapat dimanfaatkan secara optimal.”
Ms Widyasanti menyerukan kolaborasi dan kerja sama yang erat antara sektor publik dan swasta untuk mengatasi tantangan jangka panjang dan mendasar.
Energi merupakan sumber emisi karbon terbesar kedua setelah Agriculture, Forestry and Land Use (AFOLU). Pembangkit listrik, yang 58% berbahan bakar batubara, merupakan sumber emisi karbon yang penting. Namun demikian, energi juga merupakan sektor potensial di Indonesia yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data International Renewable Energy Agency (IRENA), Indonesia masuk dalam daftar sepuluh besar negara dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak kedua di dunia di sektor energi terbarukan, khususnya di biofuel cair, dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 560.000 orang.
Indonesia memiliki potensi sumber energi terbarukan yang luar biasa belum dimanfaatkan mulai dari panas bumi, angin, matahari, tenaga air, biomassa, dan laut. Namun, kurang dari 5% telah digunakan. Pencapaian ekonomi rendah karbon membutuhkan keputusan kebijakan yang berani yang secara bertahap akan menciptakan paradigma baru bagi Indonesia menuju jalur netralitas karbonnya.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, H.E. Vincent Piket, mengatakan, “Kepemimpinan Indonesia untuk mempercepat transisi energi telah diakui pada KTT G20 di Bali dan saya menyambut baik upaya dari pemerintah. Sumber energi yang lebih bersih tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Indonesia tetapi juga memberikan landasan menuju kehidupan yang modern. , ekonomi yang kompetitif dan tangguh. Melalui kesepakatan Hijau Eropa, UE berbagi visi ini, dan saya senang bahwa alat pemodelan ekonomi yang dikembangkan oleh Bappenas dengan bantuan teknis dari ARISE+ Indonesia membantu pembuat kebijakan untuk mengarahkan pembangunan ekonomi ke jalur yang lebih ramah lingkungan."
Menurut H.E. Piket, saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan transisi energi di tengah inflasi yang tinggi, harga pangan dan energi yang bergejolak serta perlambatan global untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi dan kerentanan terhadap guncangan.
Sesi pertama Forum mengkaji lanskap Indonesia saat ini di sektor energi, melihat tantangan untuk mencapai tonggak penting dan menggambarkan perspektif untuk membangun solusi berkelanjutan menuju dekarbonisasi energi, termasuk melalui peningkatan efisiensi energi, dengan fokus khusus pada sektor manufaktur.
Sesi kedua membahas biaya dan manfaat kebijakan energi untuk meningkatkan perencanaan dan memamerkan pemodelan energi dan emisi yang dikembangkan oleh Oxford Economics bekerja sama dengan Bappenas, didukung oleh ARISE+ Indonesia.
Forum tersebut menghadirkan pembicara dan panelis terkemuka, yaitu:
- Edi Wibowo, Direktur Bioenergi Kementerian ESDM
- Doddy Rahardi, Kepala Badan Kebijakan Standardisasi dan Pelayanan Industri Kementerian Perindustrian
- Bishal Parajuli, Associate Program Officer, di International Renewable Energy Agency (IRENA)
- Thomas Warnock, Ekonom Senior di Oxford Economics
- Elliot Garside, Asisten Ekonom di Oxford Economics
- I Made Teja, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Bali
- Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah
- Fabby Tumiwa, Direktur Institute Essential Services Reform (IESR) Indonesia
- Tulus Abadi, Ketua Umum Organisasi Konsumen Indonesia (YLKI)
- Miroslav Dijakovic, Wakil Kepala Kelompok Kerja Energi EuroCham
Forum tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, pelaksana proyek, peneliti, dan komunitas bisnis untuk melihat kemajuan implementasi, bertukar informasi tentang praktik terbaik dan berbagi pembelajaran. Forum tersebut memfasilitasi para pemain kunci untuk terus meningkatkan koordinasi dan perencanaan guna mempercepat transisi energi yang meminimalkan trade-off pertumbuhan berkelanjutan. Ini juga berfungsi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kesadaran tentang Agenda Ekonomi Hijau dan mendorong dukungan dan keterlibatan publik.
###