Kegiatan

Bantuan Teknis II

Empat Peluang Proyek Investasi (IPRO) di sektor Agribisnis dan Perikanan dipamerkan oleh Kementerian Investasi/BKPM dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan pada Selasa (18/07), dengan dukungan ARISE+ Indonesia. FGD mengumpulkan pandangan dan umpan balik peserta tentang proyek, mempertemukan eksekutif perusahaan Eropa dan Indonesia, pemilik proyek, konselor agribisnis, pakar, serta lembaga pembiayaan Indonesia dan Eropa. FGD tersebut merupakan bagian dari kemitraan berkelanjutan antara Kementerian Investasi dan ARISE+ Indonesia untuk mengembangkan Rencana Daya Tarik Investasi Uni Eropa-Indonesia, yang akan diselesaikan akhir tahun ini.

Ratih Purbasari Kania, Direktur Perencanaan Investasi Sumber Daya Alam di BKPM, menyoroti potensi besar Indonesia di sektor agribisnis dan perikanan, menghadirkan empat dari 69 peluang investasi yang tersedia. IPRO yang dihadirkan adalah:

1. Industri Pengolahan Jagung untuk Pakan Ternak di Sulawesi Utara
2. Industri Pengolahan Perkebunan Pisang Terpadu di Jawa Timur
3. Budidaya Rumput Laut di Sulawesi Selatan
4. Perikanan Tangkap Terintegrasi dengan Industri Pengolahan di Maluku Tengah.

Ratih menekankan bahwa proyek agribisnis dan perikanan ini menawarkan prospek investasi yang menjanjikan di industri pengolahan makanan Indonesia yang sedang berkembang pesat. Selain itu, IPRO didukung oleh studi pra-kelayakan, memberikan data penting kepada calon investor untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

“Sesuai arahan Presiden untuk mengembangkan industri hilir, peluang investasi kita fokus pada industri pengolahan, untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan perikanan Indonesia,” kata Ratih.

Para peserta dengan antusias mengikuti proyek yang dipresentasikan. Mereka membahas berbagai topik, antara lain kelayakan finansial, skema pembiayaan dan investasi, insentif, dan regulasi terkait persyaratan TKDN. Sesi diskusi dimoderatori oleh Daniel Nicholls, Pakar Senior Kebijakan Perdagangan dan Investasi ARISE+ Indonesia, dibantu oleh Trio Wisudhato, Pakar Pengembangan Bisnis dan Perdagangan ARISE+ Indonesia.

José Ángel Molero Gonzáles, Atase Perdagangan Kantor Ekonomi dan Perdagangan Spanyol di Jakarta, menyampaikan apresiasinya atas presentasi proyek potensial, yang menurutnya sangat berharga bagi investor asing yang mencari peluang investasi di Indonesia.

“Banyak perusahaan di Spanyol, khususnya di sektor agribisnis dan perikanan, aktif mencari peluang kerja sama investasi, terutama di Indonesia. Oleh karena itu, acara seperti ini sangat bermanfaat,” kata José.

Menurut Mr Gonzáles, aspek penting bagi perusahaan Eropa mengingat investasi adalah kerangka peraturan yang kuat yang dapat secara efektif mengurangi hambatan investasi dan memfasilitasi perdagangan. Untuk itu, ia berharap kerjasama antara BKPM dan ARISE+ Indonesia dapat menjawab tantangan yang menghambat calon investor Eropa untuk berinvestasi di Indonesia.

Umpan balik dari FGD ini dan FGD yang mencakup sektor lain akan dimasukkan ke dalam Rencana Daya Tarik Investasi Uni Eropa-Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi tautan berikut: https://regionalinvestment.bkpm.go.id/pir/peluang-investasi/

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter