Kegiatan

Bantuan Teknis II

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjadi tuan rumah pertemuan keenam dan terakhir dari Project Steering Committee (PSC) untuk ARISE+ Indonesia, yang menandai puncak dari program lima tahun yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi UE-Indonesia. Pertemuan ini menghadirkan para pemangku kepentingan utama, termasuk perwakilan dari Bappenas, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yang bertugas mengoordinasikan empat Bidang/Komponen Prioritas program ini. Delegasi Uni Eropa (UE) dan Tim Bantuan Teknis ARISE+ Indonesia juga hadir, bersama dengan penerima manfaat utama lainnya seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, dan Badan Standardisasi Nasional.

Diketuai oleh PN Laksmi Kusumawati, Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Bappenas dan Direktur Program ARISE+ Indonesia, serta Thibaut Portevin, Kepala Kerja Sama Delegasi UE, acara ini menyoroti pencapaian positif ARISE+ program Indonesia.

Dalam pidatonya, Ibu Laksmi mewakili Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Uni Eropa atas dukungannya yang tiada henti melalui ARISE+ Indonesia Trade Support Facility. Ia mengakui kontribusi penting dan kerja sama berbagai kementerian dan lembaga dalam keberhasilan implementasi ARISE+ Indonesia. Beliau juga memuji tim ARISE+ Indonesia atas dedikasi dan kerja luar biasa mereka.

Portevin menekankan bahwa perdagangan dan investasi tetap menjadi prioritas utama dalam kemitraan UE dan Indonesia. Dengan tercapainya kesepakatan ARISE+ Indonesia, UE telah meluncurkan instrumen baru untuk meningkatkan kerja sama dan investasi dengan Indonesia, yang diberi nama Fasilitas Kerja Sama Indonesia-UE. Mewakili Delegasi UE untuk Indonesia, Bapak Portevin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bappenas, berbagai kementerian, lembaga, dan tim ARISE+ Indonesia atas kolaborasi luar biasa mereka dalam melaksanakan program ARISE+ Indonesia.

Alessandro Martinatto, Ketua Tim Tim Bantuan Teknis ARISE+ Indonesia 2, memaparkan perkembangan terkini dan hasil Rencana Kerja Tahunan ke-5. Ia melaporkan sebagian besar kegiatan telah selesai dengan hasil yang memuaskan. Ia juga merinci rencana kegiatan selama enam bulan terakhir implementasi, dan ARISE+ Indonesia akan berakhir pada Juli 2024.

Bapak Martinatto menekankan bahwa fokus pada tahun terakhir adalah menyelesaikan tugas-tugas yang belum terselesaikan dalam Rencana Kerja Tahunan ke-5, tanpa memulai kegiatan baru. Namun, ia mencatat bahwa kegiatan-kegiatan yang lebih kecil dan berdasarkan permintaan masih dapat diakomodasi, asalkan ada anggaran yang cukup.
Pertemuan PSC juga menampilkan kesaksian para penerima manfaat yang merayakan pencapaian program.

Sri Endang Novitasari, Direktur Promosi Investasi Kawasan Eropa dan Amerika Kementerian Penanaman Modal (BKPM), menyampaikan rasa terima kasihnya, dengan mengatakan, “Terima kasih yang tulus kami kepada ARISE+ Indonesia atas dukungannya yang sangat berharga dalam mengembangkan Rencana Daya Tarik Investasi UE-Indonesia dan membina hubungan dengan investor dan lembaga keuangan UE. Menantikan pengaktifan kembali EU Desk untuk lebih memfasilitasi investasi UE."

Direktorat Perindustrian, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Bappenas melaporkan integrasi Indeks Ekonomi Biru, yang dikembangkan dengan dukungan ARISE+ Indonesia, ke dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). Indeks ini berfungsi sebagai alat utama untuk memantau kinerja Ekonomi Biru di tingkat nasional dan regional.

Harry Putranto, Perencana Kebijakan pada Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, memuji ARISE+ Indonesia atas peningkatan signifikan dalam keterampilan dan kemampuan para negosiator dan analis perdagangan.

Fuji Anrina dan Christianto Tonggo, analis perdagangan dari Direktorat Pertahanan Perdagangan, serta Akmal Musaddad, penyelidik perdagangan dari Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) Kementerian Perdagangan menyampaikan apresiasi atas program peningkatan kapasitas ARISE+ Indonesia dan perangkat praktisnya. , yang sangat meningkatkan kemahiran penyelidik dan analis perdagangan dalam praktik penyelesaian perdagangan.

Donny Adityawarman dari Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu Kementerian Perdagangan menyampaikan terima kasih, dengan mengatakan, “Terima kasih sebesar-besarnya kepada ARISE+ Indonesia yang telah meningkatkan kapasitas kami dalam standardisasi, pengujian, dan analisis, yang merupakan kunci untuk meningkatkan Infrastruktur Mutu Ekspor dan Penjaminan Mutu Nasional Indonesia. "

Seiring dengan berakhirnya perjalanan ARISE+ Indonesia, ARISE+ Indonesia meninggalkan warisan peningkatan kapasitas di berbagai sektor, yang akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi UE-Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Untuk melihat foto lainnya, silakan kunjungi Galeri Foto

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter