Bantuan Teknis II

Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) yang sedang berlangsung diharapkan dapat menciptakan kerangka kerja untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan UE, mengurangi hambatan tarif dan non-tarif untuk perdagangan produk pertanian, barang manufaktur dan jasa. , memberikan, pada gilirannya, peluang yang signifikan untuk perdagangan dan FDI antar negara, sambil mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Perjanjian perdagangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) kedua belah pihak sekitar USD 5 miliar untuk Indonesia dan USD 3 miliar untuk UE. Namun potensi tersebut dapat terkendala oleh hambatan Trade in Services dan Non-Tariff Measures untuk perdagangan barang. Oleh karena itu, pengurangan hambatan bilateral untuk perdagangan jasa dan hambatan non-tarif untuk perdagangan barang harus menjadi hasil utama dalam negosiasi.
Dengan latar belakang tersebut, Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (DGITN), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dengan dukungan teknis dari ARISE+ Indonesia, memprakarsai serangkaian kegiatan untuk memperkuat kapasitas analitis pejabat Kemendag dalam merundingkan Trade in Layanan dan Tindakan Non-Tarif.

Kegiatan dimulai dengan serangkaian pertemuan awal dan konsultasi di Jakarta, dari tanggal 5 hingga 14 April 2022 antara staf Kemenhub dan Technical Assistance II ARISE + Indonesia untuk membahas keseluruhan perencanaan kegiatan. Rangkaian kegiatan capacity building akan dipimpin oleh Senior Expert ARISE+ Indonesia, Paul Baker, CEO International Economics Consulting (IEC). Direktur Perundingan Multilateral, Bapak Nur Rakhman Setyoko, memimpin diskusi Kementerian tentang NTM, sementara Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Ibu Basaria Tiara Lumban Gaol, memimpin diskusi Kementerian tentang Perdagangan Jasa. Koordinator Program dan Kerjasama pada Direktorat Perundingan Perdagangan Multilateral, Bapak Harry Putranto dan Ibu Diana Darmawan, hadir dan berkontribusi pada diskusi tentang ruang lingkup dan aspek kelembagaan dari dukungan tersebut.

Akibatnya, tiga set pelatihan di bidang Perdagangan Jasa dan studi analitis yang komprehensif untuk masing-masing dari enam sektor jasa akan dilakukan. Enam sektor yang dipertimbangkan meliputi Pendidikan Tinggi, Layanan Profesional, Transportasi Laut, Konstruksi, Komputer dan layanan terkait, serta Layanan Pribadi, Budaya, dan Rekreasi (untuk animasi dan permainan). Pelatihan Trade in Services akan dimulai pada Juni 2022.
Tiga set pelatihan juga akan diselenggarakan untuk mencakup NTM dan analisis dampak yang diwakilinya, dan catatan konsep untuk pengembangan kerangka kelembagaan untuk pelaporan NTM akan disiapkan. Pelatihan pertama tentang NTM akan berlangsung pada Juli 2022.
Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Ibu Basaria Tiara Lumban Gaol, berkomentar, “Kami berharap program yang sangat baik ini akan memperkuat kapasitas analisis pejabat kami untuk mengidentifikasi dampak kebijakan di bidang perdagangan jasa, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan daya saing sektor jasa, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.”