Bantuan Teknis II

Badan Karantina dan Pemeriksaan Ikan (FQIA/BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (MoMAF), dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia, telah menyelesaikan lokakarya pengembangan kapasitas selama lima hari tentang metode pengujian residu, kontaminan, dan logam berat menurut dengan undang-undang dan persyaratan Uni Eropa.
Lebih dari 200 pengawas kualitas dan keselamatan perikanan serta pejabat laboratorium di lingkungan Kemenkeu mengikuti pelatihan daring yang diadakan pada 4-8 Juli 2022.
Dalam sambutan pembukaannya, Bapak Widodo menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada ARISE+ Indonesia atas dukungan strategis untuk meningkatkan kompetensi personel FQIA dan MoMAF.
“Program peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu dan keamanan produk perikanan, termasuk mekanisme pengujian di laboratorium,” kata Bapak Widodo Sumiyanto, Kepala Pusat Pengendalian Mutu dan Keamanan FQIA.
Peningkatan kapasitas pengujian yang sesuai dengan persyaratan UE diharapkan dapat memfasilitasi dan meningkatkan ekspor perikanan, terutama ke Uni Eropa.
Menyampaikan sambutan pada hari kedua pelatihan, Ahli Senior Standar dan Kualitas ARISE+ Indonesia Alain Peyré menawarkan kepada para peserta untuk dukungan lanjutan dan diskusi lanjutan setelah pelatihan.
Metodologi pengujian pelatihan residu dan kontaminan disampaikan dari jarak jauh oleh profesor kimia analitik terkemuka dari Universitas Latvia, Prof Dr Vadims Bartkevics. Sementara itu, seorang profesor Denmark yang mengajar ilmu elektrokimia di Universitas Sains dan Teknologi Internasional Botswana, Prof Jens Andersen PhD, mempresentasikan metode pengujian terbaru pada logam berat. Senior Expert Kualitas Ekspor ARISE+ Indonesia, Arief Safari, memfasilitasi lokakarya tersebut.
“Pelatihan ini merupakan kesempatan besar bagi saya untuk mendapatkan pengetahuan pengujian teknis terperinci yang akan bermanfaat dalam mendukung pemeriksaan kualitas dan keamanan produk perikanan dan menentukan metode pengujian yang benar di laboratorium,” kata Ayu Maya, seorang inspektur kualitas di FQIA Banjarmasin yang mengikuti pelatihan tersebut.