Kegiatan

Bantuan Teknis I

ARISE+ Indonesia yang didanai oleh Uni Eropa, bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DGNED), Atase Perdagangan KBRI Madrid dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Barcelona, ​​serta Direktorat -Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen Kekayaan Intelektual) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, mendukung pameran produk Indikasi Geografis (IG) terpilih di Paviliun Indonesia di Pameran Alimentaria, Barcelona, ​​Spanyol, 4-7 April 2022.

Untuk menghadirkan cita rasa dan pengalaman indrawi dari rempah-rempah khas Indonesia yang bersertifikat GI, garam artisanal, teh dan gula kepada konsumen Eropa, ARISE+ Indonesia menugaskan Chef Indonesia Bara Pattiradjawane untuk mempersembahkan acara memasak harian di lokasi yang menampilkan kuliner internasional yang unik, termasuk Spanish Albondigas, Hungarian Lecsó, dan roti jahe khusus. Stan GI Indonesia dan tempat memasak Chef Bara merupakan bagian dari Paviliun Indonesia.

Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Muhammad Najib meresmikan Paviliun Indonesia didampingi Atase Perdagangan Madrid Novita Sari, Koordinator Ekonomi KBRI Madrid Bayu Hari Saktiawan, Kepala ITPC Barcelona Freddy Josep Pelawi, dan Deputi Kepala ITPC Barcelona Ratih Supriyati.

Pameran Alimentaria 2022 dibuka secara resmi oleh Raja Felipe VI dari Spanyol yang juga mengunjungi Paviliun Indonesia. Dubes Muhammad Najib menyambut Raja Felipe VI dan menunjukkan beberapa produk yang dipamerkan di Paviliun Indonesia, termasuk produk GI Indonesia.

Dalam keterangan pers, Atase Perdagangan Madrid Novita Sari mengatakan, Indonesia terus memperkuat momentum ekspor makanan, minuman, dan produk Indonesia yang bersertifikat Indikasi Geografis. Pemerintah Indonesia saat ini sedang bernegosiasi dengan Uni Eropa untuk memasukkan perlindungan IG Indonesia terpilih dalam kerangka Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA).

“Hingga saat ini, Indonesia telah memilih 47 produk IG untuk dicakup dalam I-EU CEPA, antara lain Beras Adan Krayan, Lada Putih Muntok, Madu Sumbawa, Kopi Arabika Kintamani, Susu Kuda Sumbawa, Kopi Arabika Flores Bajawa, Beras Pandanwangi Cianjur, dan Dieng Carica. Semua produk tersebut telah dinotifikasi oleh Uni Eropa dan saat ini sedang melalui tahap konsultasi publik oleh negara-negara anggota Uni Eropa,” kata Novita.

Selama pameran, 30 calon pembeli dari distributor rempah-rempah, industri Horeca (hotel, restoran, dan kafe), produsen makanan beku, dan sektor ritel menyatakan minatnya terhadap GI Indonesia. Salah satu distributor rempah-rempah di Spanyol mengatakan bahwa jaminan kualitas dan keaslian produk yang diberikan oleh sertifikasi GI lebih menarik perhatiannya.

Empat belas GI Indonesia terpilih dikirim ke Spanyol dan ditampilkan dalam Pameran Alimentaria 2022, di antaranya Pala Siaw, Cengkih Minahasa, Gula Aren Atinggola, Cengkih Moloku Kie Raha, Lada Luwu Timur, Kayu Manis Koerintji, Java Preanger Tea, Beras Adan Krayan, Garam Gunung Krayan, Garam Amed Bali, Lada Putih Muntok dan Madu Sumbawa serta Kopi Arabika Gayo dan Gula Kelapa Kolunprogo. Partisipasi produk GI asli Indonesia ini disponsori oleh ARISE+ Indonesia dalam pameran perdagangan B2B internasional terkemuka untuk memperkuat hubungan pasar internasional bagi GI Indonesia.

Sayuti Abdul Karim, Ketua GI penginap resmi Cengkih Moloku Kie Raha, Komunitas Perlindungan GI (MPIG), mengucapkan terima kasih kepada ARISE+ Indonesia dan berharap partisipasi dalam pameran perdagangan internasional akan memperluas dan membuka pasar baru untuk Moloku Kie Raha Cengkih di pasar Eropa.

Selama empat hari pameran, stasiun memasak Chef Bara menarik banyak minat dan antusiasme. Aroma sedap dari Nasi Goreng Domba Bumbu Indonesia, Albondigas Spanyol, Nasi Mentega Ayam, dan Churros menarik banyak pengunjung untuk menonton demo memasak dan mencicipi sampel makanan menggunakan bahan-bahan bersertifikat GI. Salah satu pengunjung berkomentar bahwa Pala Siaw bersertifikat GI telah menambahkan rasa dan aroma yang berbeda pada hidangan Chicken Butter Rice.

Alimentaria adalah pameran dagang profesional internasional terbesar untuk makanan, minuman, dan keahlian memasak. Lebih dari 4.500 perusahaan pameran dari 70 negara dan lebih dari 150.000 pengunjung, 30% di antaranya internasional, menjadikannya referensi dunia setiap dua tahun. Indonesia telah berpartisipasi sejak 2010. Presiden Alimentaria, José Luis Bonet, menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas kesetiaannya berpartisipasi di Alimentaria.

Untuk melihat foto selengkapnya, bisa mengunjungi Galeri Foto.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter