Kegiatan

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjadi tuan rumah pertemuan ARISE+ Indonesia Project Steering Committee (PSC) keempat, yang diselenggarakan secara virtual pada 17 Desember 2021. Deputi Menteri Perekonomian, Amalia Adininggar Widyasanti dan Kepala Delegasi Kerjasama Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Thibaut Portevin memimpin pertemuan tersebut.

Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerjasama Internasional Bappenas, yang juga merupakan Direktur Program sekaligus Koordinator Technical Advisory Board (TAB) untuk Komponen Satu proyek tersebut, P.N. Laksmi Kusumawati menjadi moderator pertemuan tersebut. Lima Koordinator Technical Advisory Boards (TAB) lainnya, yang juga anggota PSC, hadir diwakili oleh wakilnya dalam pertemuan tersebut. Delegasi EU juga hadir diwakili oleh Nur Isravivani, Task Manager yang membawahi ARISE+ Indonesia. Lebih dari 40 orang termasuk lembaga penerima manfaat dan anggota Tim Dukungan Teknis ARISE+ Indonesia juga hadir.

Ibu Widyasanti atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Uni Eropa atas komitmen mendukung perdagangan Indonesia melalui ARISE+ Indonesia Trade Support Facility (TSF). Beliau menyoroti kemitraan yang kuat antara Indonesia dan EU dalam perdagangan dan inisiatif berharga lainnya, termasuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang saat ini dinegosiasikan.

“Dari sudut pandang Indonesia, CEPA Indonesia-EU merupakan wujud komitmen Indonesia untuk mewujudkan perdagangan yang terbuka dan adil,” kata Ibu Widyasanti dalam sambutan pembukaannya.

Beliau juga mencatat bahwa partisipasi kementerian terkait dalam pertemuan tersebut menunjukkan keinginan Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan hasil nyata dari kemitraan dengan Uni Eropa, khususnya untuk meningkatkan daya saing ekspor nasional dan partisipasi dalam rantai nilai global.

Ibu Widyasanti memuji Tim Dukungan Teknis Pertama di bawah kepemimpinan Marc Kwai Pun atas upayanya yang luar biasa dalam melaksanakan proyek meskipun menghadapi sejumlah kendala akibat pandemi COVID-19. Beliau juga mengumumkan dimulainya tahap kedua ARISE+ Indonesia pada bulan Agustus 2021 untuk memanfaatkan tambahan hibah sebesar 5 juta Euro yang akan memperpanjang periode pelaksanaan ARISE+ Indonesia hingga tahun 2024. Beliau menyambut Alessandro Martinatto sebagai Ketua Tim Dukungan Teknis Kedua untuk memberikan dukungan teknis pelengkap dan lanjutan untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan program ARISE+ Indonesia untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam meningkatkan kinerja dan daya saing perdagangannya. Mr Portevin menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh kementerian dan lembaga, atas partisipasi dan keterlibatan aktif mereka dalam program ini meskipun menghadapi tantangan COVID-19. Senada dengan Ibu Widyasanti, Mr Portevin menekankan pentingnya hubungan perdagangan antara EU dan Indonesia.

“ARISE+ Indonesia adalah instrumen kerja sama utama untuk mendukung perdagangan kita,” kata Mr Portevin.

PSC meninjau kemajuan pelaksanaan proyek selama tahun berjalan dan mempertimbangkan Rencana Kerja Tahunan (AWP) keempat proyek, yang akan ditambah secara substansial dengan sumber daya tambahan dari Tim Dukungan Teknis Kedua pada tahun 2022. Selama tahun 2021, hampir semua kegiatan proyek dilaksanakan secara online, termasuk 91 pelatihan, lokakarya, webinar, dan studi, diikuti oleh 5.900 pejabat pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Proyek ini juga melakukan empat misi lapangan dengan memberikan pelatihan kepada sekitar 700 petani/operator. Namun, kegiatan yang mengharuskan tenaga ahli atau penerima manfaat melintasi perbatasan tidak dapat dilakukan dan ditunda pelaksanaannya hingga tahun 2022.

Diskusi setelah presentasi AWP oleh dua Ketua Tim membuktikan kepemilikan yang kuat dari penerima manfaat untuk mengoptimalkan hasil dan membawa klarifikasi tentang modalitas implementasi dari beberapa kegiatan.

Menutup pertemuan, Direktur Program ARISE+ Indonesia, Ibu Kusumawati, mengakui pengesahan AWP keempat oleh koordinator TAB terkait dan meminta mereka serta tim dukungan teknis, kementerian dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk terus membangun koordinasi, kolaborasi dan sinergi demi keberhasilan pelaksanaan proyek.

“Kami berharap pelaksanaan program ini akan membawa manfaat bagi Indonesia dan EU serta memperkuat kerja sama kami,” kata Ibu Kusumawati mengakhiri pertemuan tersebut.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter