Program Dukungan Teknis (Technical Assistance) Kedua di bawah ARISE+ Indonesia diluncurkan pada Agustus 2021 untuk melengkapi TA Pertama yang diluncurkan pada 2019. Program ini akan memiliki anggaran awal sebesar EUR 5 juta dengan durasi 30 bulan hingga Februari 2024.
Setelah konsultasi ekstensif dengan rekanan proyek untuk menilai kebutuhan dan prioritas bantuan teknis tambahan, rencana kerja TA Kedua disetujui pada pertemuan Komite Pengarah Proyek (Project Steering Committee) pada bulan Desember 2021. Implementasi dimulai awal tahun ini, dan semua ahli jangka panjang serta staf proyek berada di Jakarta.
TA Kedua dipimpin oleh Alessandro Martinatto sebagai Ketua Tim dan didukung oleh tim ahli jangka panjang, baik dari Indonesia maupun internasional:
- Dan Nicholls dan Widdi Mugijayani memimpin kegiatan di bawah Area Prioritas (PA) 1 Kebijakan Perdagangan dan Investasi
- Alain Peyré dan Arief Safari memimpin kegiatan di bawah Area Prioritas (PA) 3 Infrastruktur Kualitas Ekspor
Untuk memastikan koordinasi yang efektif dari kedua proyek, yang TA Kedua akan fokus pada pelaksanaan PA 1 dan PA 3 pada tahun ini, sedangkan Area Prioritas lainnya akan dimulai tahun depan.
Di bawah PA 1, persiapan sejumlah kegiatan telah dimulai dan meliputi:
- Mendukung BAPPENAS dalam pengembangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Indonesia berikutnya di bidang percepatan ekspor, investasi dan kerja sama ekonomi melalui keterlibatan dengan lembaga pemikir terkemuka Indonesia
- Program pelatihan ekstensif untuk Kementerian Perdagangan di bidang perdagangan jasa dan tindakan non-tarif, dengan pelatihan kerja substantif yang akan melihat keterlibatan petugas perdagangan dalam pengembangan enam studi sektor jasa
- Latihan benchmarking tingkat tinggi dari lembaga promosi ekspor Indonesia Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) dan jaringan internasional Indonesia Trade Promotion Centers (ITPCs), melalui kerjasama dengan Pusat Informasi Perdagangan yang berbasis di Jenewa. Ini merupakan waktu yang tepat karena DJPEN sedang bersiap untuk memulai tinjauan dan restrukturisasi organisasinya.
- Saran kepada Kementerian Penanaman Modal (BKPM) tentang kebijakan dan promosi investasi terkait dengan proyek ibu kota baru Indonesia pada aspek-aspek yang terkait dengan teknologi hijau, digitalisasi, dan ekosistem untuk start-up dan perdagangan emisi karbon. Bantuan tambahan yang sedang dieksplorasi adalah seputar saran yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan dan mengoptimalkan aspek teknis dan prosedural dari kerangka kerja lisensi Online Single Submission, termasuk mengeksplorasi penggunaan blockchain dalam lisensi.
Kegiatan di bawah PA 3 berjalan dengan baik dan meliputi:
- Membantu Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSN) dalam memperbarui situs webnya untuk memberikan informasi terkait dengan Hambatan Teknis Perdagangan (TBT). ARISE+Indonesia memobilisasi saran ahli TI untuk membantu tim TI BSN mengembangkan fungsi-fungsi baru seperti berbagi informasi online pada notifikasi TBT WTO dan membuat situs web lebih ramah pengguna.
- Mengembangkan rencana peningkatan kapasitas untuk seksi metrologi (SNSU) BSN, yang akan menerima pelatihan dan bantuan oleh para ahli dari Institut Metrologi yang berbasis di EU. Dukungan ini akan meningkatkan kemampuan SNSU di bidang pengukuran Massa, Gaya/Torsi, Getaran, dan Optik, selain memperoleh pengetahuan tingkat lanjut dalam teknik kalibrasi dan ketidakpastian pengukuran.
- Menyelenggarakan pelatihan tingkat tinggi di bidang Bahan Referensi (RM) bekerja sama dengan Badan Akreditasi Nasional Indonesia (KAN). Bahan Referensi sangat penting bagi laboratorium untuk mengontrol kualitas hasil mereka. Dukungan ARISE+ Indonesia akan terdiri dari pengembangan sistem manajemen mutu dan pelatihan operator tentang prosedur statistik dan operasional yang diperlukan untuk menghasilkan RM terbaik.
- Menyelenggarakan dukungan laboratorium yang melayani sektor rempah-rempah, perikanan, dan non-pangan. ARISE+ Indonesia telah memulai penilaian status dan kebutuhan laboratorium, dan temuan ini akan memungkinkan untuk menentukan rencana aksi yang terperinci untuk dukungan teknis. Dukungan tersebut bertujuan untuk memungkinkan laboratorium pengujian mencapai tingkat akurasi dan kinerja yang disyaratkan oleh peraturan EC yang baru.

Tim TA Kedua, dari kiri Pak Arief Safari, Alessandro Martinatto, Ibu Nur Isravivani, Anna Artirya, Alain Peyré, Yaya Shallaita, Widdi Mugijayani, Dan Nicholls

Tim TA Kedua melakukan rapat kerja dengan Task Manager EUD Ibu Iva Isravivani di kantor ARISE+ Indonesia untuk membahas kegiatan dan memperkenalkan tim pada 22 Februari 2022.