Kegiatan

Delegasi TA II MoMAF dan ARISE+ Indonesia mengunjungi Laboratorium SUCOFINDO di Cibitung, Jakarta (10/03)

Pejabat dari Direktorat Pusat Pengendalian Mutu - Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (PPM BKIPM) dan Laboratorium Balai Uji Standar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSKIPM) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), difasilitasi oleh ARISE+ Ahli senior Indonesia Technical Assistance (TA) II Arief Safari dan Alain Peyré, mengunjungi Laboratorium SUCOFINDO di Cibitung, Jakarta pada Kamis, 10 Maret 2022.

Sub-Koordinator Surveilan PPM BKIPM, Anggun Ratnawulan mengatakan, tujuan kunjungan tersebut adalah untuk membandingkan kinerja laboratorium penguji sebagai kegiatan persiapan untuk menyelenggarakan sesi peningkatan kapasitas laboratorium di lingkungan KKP.

“Pelatihan mendatang bertujuan untuk menyelaraskan dan meningkatkan kapasitas pengujian laboratorium kami untuk memenuhi persyaratan EU,” kata Anggun.

Menurut Anggun, SUCOFINDO dipilih sebagai perbandingan karena memiliki fasilitas laboratorium terlengkap di Indonesia, terbesar di Asia Tenggara, dan terakreditasi secara nasional dan internasional untuk ISO/IEC 17025.

Delegasi KKP dan ARISE+ Indonesia disambut oleh Vice President Laboratorium SUCOFINDO, Dani Pramantyo. Diskusi mengenai kapabilitas pelayanan laboratorium, dilanjutkan dengan site tour melihat beberapa fasilitas laboratorium di SUCOFINDO.

“Kami senang menyambut delegasi KKP dan ARISE+ Indonesia,” kata Dani.

Dalam pertemuan tersebut, Dani menyampaikan rekomendasi untuk meningkatkan kapasitas pengujian laboratorium Indonesia dan harmonisasi dengan metode dan prosedur standar EU.

“Penting untuk meningkatkan kerjasama G2G atau skema MRA untuk meningkatkan pengakuan hasil pengujian dan sertifikasi di EU dan Indonesia serta memfasilitasi kerjasama B2B antar lembaga pengujian/sertifikasi di kedua negara,” kata Dani.

Pada kesempatan itu, SUCOFINDO mempresentasikan dan mendemonstrasikan SLIMS (Sistem Informasi Lab SUCOFINDO) yang secara efisien dan efektif memantau dan mengendalikan kinerja Lab dari 75 laboratorium SUCOFINDO di seluruh Indonesia.

Iswadi Idris, Koordinator Lab dan Supervisor di BUSKIPM, berkomentar bahwa sistem informasi Lab yang dikembangkan oleh SUCOFINDO merupakan salah satu praktik baik yang dapat dijadikan model oleh laboratorium lain di Indonesia.

Tim MoMAF, ARISE+ Indonesia TA II dan SUCOFINDO dalam kunjungan tersebut (10/03).

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter