Kegiatan

Bantuan Teknis II

Ketika Indonesia menyadari semakin pentingnya perekonomian jasa dan perdagangan jasa, langkah-langkah strategis sedang dilaksanakan untuk memanfaatkan potensi dan dampaknya terhadap lanskap perekonomian negara.

Produk Domestik Bruto (PDB) negara ini mengalami peningkatan pangsa nilai tambah jasa dari 33,4% pada tahun 2000 menjadi 42,8% pada tahun 2021. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan lapangan kerja di sektor jasa, yang meningkat dari 42% pada tahun 2000 menjadi 49% pada tahun 2019. Meskipun demikian Meskipun masih dalam tahap awal, perdagangan jasa Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Antara tahun 2010 dan 2019, ekspor jasa meningkat hampir dua kali lipat, melonjak dari USD 16,9 miliar menjadi USD 31,6 miliar, yang menunjukkan bahwa sektor ini terus berkembang.

Peran penting sektor jasa di Indonesia juga terlihat dari meningkatnya 'servisifikasi' perekonomian. Misalnya, produsen mobil saat ini tidak hanya sekedar produsen kendaraan tetapi juga penyedia layanan. Mereka secara rutin menawarkan pembiayaan, penyesuaian produk, dan layanan pasca-penjualan. Meningkatnya 'servisifikasi' sektor manufaktur ini siap untuk lebih meningkatkan perluasan perdagangan jasa, meningkatkan keterlibatan Indonesia dalam Rantai Nilai Global (GVC).

Untuk menavigasi lanskap yang terus berkembang ini, Pemerintah menyadari perlunya memahami dinamika rumit perekonomian jasa. Oleh karena itu, mekanisme yang kuat untuk memantau kinerja Perdagangan Jasa menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, keberhasilan negosiasi perdagangan memerlukan pemahaman menyeluruh mengenai sektor ini, sehingga mekanisme koordinasi menjadi penting.

Berdasarkan kerangka kerja yang telah ditetapkan tahun lalu dengan dukungan ARISE+ Indonesia, Direktorat Perdagangan Perundingan Jasa Kementerian Perdagangan kembali berkolaborasi dengan ARISE+ Indonesia untuk mengembangkan serangkaian program peningkatan kapasitas mulai Agustus 2023 hingga Maret 2024. Inisiatif ini bertujuan untuk untuk mengubah kerangka kerja ini menjadi alat yang kuat bagi Pemerintah untuk memantau kinerja sektor Perdagangan Jasa Indonesia, memastikan bahwa para negosiator tetap mengetahui tren sektoral, serta mengembangkan mekanisme koordinasi.

Pertemuan awal dilaksanakan pada tanggal 9 dan 11 Agustus 2023 untuk membahas perencanaan, hasil yang diharapkan, dan pengaturan logistik. Tim Kementerian Perdagangan dipimpin oleh Ika Yulistyawati, Intermediate Trade Negotiator, dengan Ketua Tim TA II ARISE+ Indonesia, Alessandro Martinatto, memimpin delegasi ARISE+ Indonesia.
Berbicara atas nama Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Perundingan Perdagangan Menengah Ika Yulistyawati menyatakan, "Kami berharap dengan membangun sistem pemantauan dan mekanisme koordinasi ini, kami dapat meningkatkan daya saing sektor jasa Indonesia secara signifikan."

Memfasilitasi inisiatif ini, Widdi Mugijayani, Pakar Senior dari ARISE+ Indonesia, dengan dukungan penyampaian strategis dari International Economics Consulting (IEC) di bawah kepemimpinan Paul Baker. Agenda peningkatan kapasitas mencakup konsultasi ahli, sesi pelatihan, studi, arahan kebijakan, dan bantuan teknis yang disesuaikan.

Dua kegiatan utama akan merupakan peningkatan kapasitas di bidang Perdagangan Jasa. Pertama, mekanisme akan dikembangkan untuk memantau kinerja sektor Perdagangan Jasa Indonesia. Hal ini sangat relevan mengingat negosiasi perdagangan jasa Indonesia dengan UE saat ini dan antisipasi keterlibatannya di masa depan. Setelah pengembangan sistem pemantauan selesai, sebuah lokakarya akan memamerkan dan menguji coba sistem pemantauan yang diusulkan. Dashboard yang user-friendly juga akan dibuat untuk memudahkan proses pemantauan dan pemahaman data.

Kegiatan kedua bertujuan untuk membentuk mekanisme koordinasi Perdagangan Jasa, yang secara aktif melibatkan asosiasi sektor swasta untuk memberikan masukan negosiasi. Hal ini mencakup sesi pelatihan dan bantuan teknis untuk entitas sektor publik dan swasta, memastikan pemahaman mereka tentang kompleksitas sistem yang akan memungkinkan mereka berkontribusi secara efektif dalam negosiasi. Pada saat yang sama, Kerangka Acuan akan dirumuskan untuk memandu pembentukan Komite Perdagangan Jasa.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter