Bantuan Teknis II

Dalam upaya untuk melanjutkan negosiasi perdagangan dan mengatasi Tindakan Non-Tarif (NTM), Kementerian Perdagangan (Kementerian Perdagangan), bekerja sama dengan ARISE+ Indonesia, telah meluncurkan inisiatif peningkatan kapasitas seri kedua. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian para negosiator dan analis perdagangan dalam Tindakan Non-Tarif (NTMs), yang merupakan bidang penting dalam negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (CEPA) yang sedang berlangsung. Pertemuan peluncuran, yang berlangsung pada tanggal 8 dan 11 Agustus 2023, mempertemukan ARISE+ Indonesia dan Direktorat Perundingan Organisasi Perdagangan Dunia dari Kementerian Perdagangan untuk membahas perencanaan proyek yang komprehensif, perkiraan hasil, persyaratan dan harapan Kementerian Perdagangan, logistik, dan banyak lagi. Pakar Senior Perdagangan dan Investasi ARISE+ Indonesia Widdi Mugijayani mengoordinasikan kegiatan ini dengan dukungan penyampaian dari International Economics Consulting (IEC) di bawah kepemimpinan Paul Baker. Pelaksanaan program akan berlangsung mulai Agustus 2023 hingga Maret 2024.
Pertemuan tersebut membahas tiga kegiatan yang didukung oleh ARISE+ Indonesia. Intervensi NTM yang pertama berfokus pada pengembangan kerangka kerja untuk mengatasi Hambatan Non-Tarif asing yang menghambat perusahaan-perusahaan Indonesia. Inisiatif ini berupaya memanfaatkan sepenuhnya potensi perdagangan Indonesia, berdasarkan mekanisme pelaporan NTM dan kerangka kelembagaan yang ditetapkan tahun lalu.
Francisca Simanjuntak, Penjabat Direktur Perundingan Organisasi Perdagangan Dunia, menyoroti kebangkitan NTM yang diberlakukan secara global, menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi, terutama bagi UKM di negara-negara berkembang. “Untuk mengoptimalkan potensi perdagangan Indonesia, kita memerlukan kerangka kerja proaktif untuk mengatasi Hambatan Non-Tarif (NTB) asing yang dihadapi oleh bisnis kita. Hal ini akan mengurangi hambatan informasi dan memperkuat jejak perdagangan kita,” Ms Francisca menggarisbawahi.
Kerangka kerja ini akan dikembangkan dengan menggunakan studi kasus dari database yang berhasil mengatasi hambatan terhadap NTM di pasar negara ketiga. Pengumpulan data akan memanfaatkan jaringan luas atase perdagangan Indonesia dan Pusat Promosi Perdagangan (ITPC) di seluruh dunia. Setelah menyelesaikan kerangka kerja tersebut, sebuah lokakarya pelatihan yang disesuaikan akan diselenggarakan untuk mempersiapkan perwakilan perdagangan untuk penerapan praktisnya. Selain itu, platform online yang mudah digunakan untuk sistem pemantauan NTM juga akan dikembangkan.
Kegiatan penting NTM lainnya adalah percontohan kerangka kerja untuk memberi tahu WTO tentang persyaratan perizinan impor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman di jajaran kementerian, termasuk Kementerian Perdagangan, mengenai pentingnya, proses, dan ketentuan pemberitahuan, tujuan dan alasan persyaratan perizinan, prosedur untuk memperoleh izin, dan lembaga yang terlibat.
Menyoroti kesenjangan yang ada dalam database WTO, Ibu Franciska menggarisbawahi, "Peningkatan kapasitas sangat penting untuk memenuhi kewajiban pemberitahuan WTO mengenai perizinan impor, sehingga memastikan landasan yang kuat bagi Indonesia untuk memenuhi mandat ini."
Untuk mencapai tujuan ini, Penilaian Kebutuhan Pelatihan (TNA) akan didistribusikan, yang mengidentifikasi kebutuhan pelatihan pemerintah yang diperlukan. Lokakarya lanjutan akan menyoroti tantangan-tantangan tersebut dan mencari solusinya.
ARISE+ Indonesia juga akan membantu Kementerian Perdagangan dalam meningkatkan keahlian para pejabatnya di bidang-bidang yang terkait dengan Tindakan Non-Tarif (NTMs), Reformasi Perdagangan, dan Keberlanjutan. Enam topik yang disepakati adalah Digitalisasi dan Perdagangan, Subsidi dan Perdagangan Perikanan, Reformasi WTO, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan Perdagangan, Lingkungan Hidup dan Perdagangan, serta Menghidupkan Kembali Negosiasi Pertanian di WTO.
Serangkaian lokakarya akan diselenggarakan, masing-masing dilengkapi dengan catatan konsep untuk mengumpulkan wawasan dan perspektif dari para praktisi perdagangan internasional dan menyoroti praktik-praktik terbaik internasional. Selain itu, peserta akan diberikan daftar literatur yang direkomendasikan untuk lebih memperdalam pemahaman mereka di bidang ini.
Alessandro Martinatto, Ketua Tim TA II ARISE+ Indonesia, menekankan bahwa upaya peningkatan kapasitas yang mendukung Kementerian Perdagangan sejalan dengan salah satu tujuan ARISE+ Indonesia. Tujuan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi terkait perdagangan untuk menegosiasikan (dan selanjutnya menerapkan) CEPA UE-Indonesia dan memperkuat pemahaman dan implementasi kewajiban berdasarkan Perjanjian WTO.