
Memperkuat RVC (Regional Value Chain) dan meningkatkan partisipasi dalam Global Value Chain (GVC) merupakan pilihan strategis yang penting bagi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam upaya mencapai Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2025. Tujuan MEA mencapai pasar tunggal yang terintegrasi melalui integrasi ekonomi regional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tinggi yang lebih merata, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, bahkan di tengah guncangan dan volatilitas ekonomi global. Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang baru-baru ini ditandatangani akan semakin memperkuat posisi ASEAN sebagai blok perdagangan utama di pusat perjanjian perdagangan terbesar setelah diratifikasi pada tahun 2022.
Dalam persiapan untuk menjabat sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2023, Direktorat Perundingan ASEAN, Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, pada 8 Desember 2021 meluncurkan studi tentang penguatan rantai nilai regional dengan dukungan teknis dari ARISE+ Indonesia.
Tujuan khusus dari studi ini adalah untuk memberikan rekomendasi strategis kepada ASEAN melalui Indonesia untuk mengembangkan ASEAN menjadi pusat GVC, dan meningkatkan partisipasi Negara Anggota ASEAN dalam RVC, sehingga dapat memajukan agenda integrasi regional ASEAN.
Menurut Direktur Perundingan ASEAN, Ibu Dina Kurniasari, hasil studi tersebut akan menginformasikan kebijakan menuju penguatan Rantai Nilai Regional ASEAN untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi guncangan ekonomi dan memacu pemulihan ekonomi.
Studi ini akan melanjutkan pekerjaan yang sedang berlangsung di tingkat ASEAN untuk memperkuat kerja sama regional pada tiga sektor potensial untuk RVC: elektronik, otomotif, dan perangkat medis. Oleh karena itu, studi ini akan melihat analisis sektoral dari perspektif regional. Perspektif nasional akan disorot, misalnya, dalam keterkaitan sektoral di mana perusahaan-perusahaan Indonesia memiliki kekuatan dan potensi yang signifikan untuk berkembang. Studi ini akan membantu menyelaraskan strategi nasional dengan strategi regional dan memungkinkan perusahaan-perusahaan Indonesia meraih peluang untuk berintegrasi lebih baik ke dalam segmen RVC ASEAN yang belum tereksploitasi.
Tiga pakar senior internasional Paul Baker, David Vanzetti dan Neetish Hurry telah dikerahkan untuk melakukan penelitian. Laporan akhir akan disampaikan pada Maret 2022.