Bantuan Teknis I

Hujan turun di suatu pagi di Berau, kabupaten terpencil yang terletak di bagian utara Kalimantan Timur, Indonesia. Namun mendung tak menyurutkan semangat Nur Octaviani untuk menunaikan tugasnya sebagai auditor internal Perhimpunan Indikasi Geografis Kakao Berau (MPIG Kakao Berau). Dia tahu pekerjaannya sangat penting untuk memastikan bahwa tugas produksi ditangani dengan benar, dan berkomitmen untuk menyelesaikannya. Dengan jas hujannya, Nur memberanikan diri ke kebun kakao, bertekad untuk menyelesaikan auditnya meskipun hujan deras dan angin kencang.
“Saya senang dan bangga dengan tugas saya sebagai auditor internal,” kata Nur.

Nur menjadi salah satu peserta pelatihan sistem pengendalian internal yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia pada tanggal 28-30 Juni 2022. Manajemen MPIG Kakao Berau, antara lain Nur, Berau Dinas Perkebunan, eksportir lokal (PT. KASS) dan para petani dilatih oleh tim ahli ARISE+ Indonesia, termasuk teknisi dari Koltiva, sebuah perusahaan konsultan yang dimandatkan oleh proyek, dalam mengumpulkan data produksi kakao, termasuk pemetaan koordinat GPS ke memastikan keakuratan lokasi produksi yang selanjutnya akan diunggah ke database aplikasi penelusuran, Koltitrace.
“Pelatihannya sangat mendalam. Saya sangat berterima kasih atas pengetahuan yang membuka mata tentang sistem pengendalian internal dan ketertelusuran, terima kasih kepada ARISE+ Indonesia,” kata Nur dengan semangat.
MPIG Kakao Berau telah melakukan audit internal terhadap 300 petani terpilih setelah pelatihan. Ketua MPIG Kakao Berau, Maryono mengatakan, “Ini audit internal yang sudah lama tertunda. Kami bersyukur mendapat dukungan dari ARISE+ Indonesia.”
Nur ditugaskan mengaudit 110 petani di Kecamatan Gunung Tabur. Menjadi satu-satunya perempuan dalam tim auditor internal beranggotakan empat orang, untungnya, Nur tidak menghadapi tantangan apapun dalam pekerjaannya.
“Menurut saya sebagai perempuan, kita memiliki keuntungan lebih teliti dan sabar dalam bekerja,” kata Nur.
Ketika Nur memulai hari pertamanya sebagai auditor internal untuk MPIG Kakao Berau, dia segera menyadari bahwa pekerjaannya bukan hanya memastikan kepatuhan, tetapi juga mempromosikan kelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial. Menurut Nur, salah satu bagian yang paling berkesan dari pekerjaannya adalah mengunjungi kebun kakao dan bertemu dengan petani yang menanam biji kakao. Dia belajar tentang keluarga, tradisi, tantangan, dan impian mereka untuk masa depan.
“Saya mendapat teman baru, dan persahabatan kami masih berjalan baik,” kata Nur.
Menyusul selesainya audit internal, lembaga sertifikasi dan inspeksi internasional asal Italia, CSQA, melakukan audit eksternal pada akhir tahun 2022.
Kerja keras Nur dan rekan-rekan auditornya akhirnya membuahkan hasil. MPIG Berau Cacao berhasil melewati proses audit eksternal yang dilakukan oleh CSQA. Sertifikat audit eksternal akan diberikan pada acara penutupan proyek ARISE+ Indonesia TA 1 mendatang.
Selain itu, Berau Cacao berhasil meraih juara pertama pada Kompetisi Biji Kakao Nasional yang diadakan oleh Dewan Kakao Indonesia pada tahun 2022.
“Saya bersyukur karya saya dapat membantu meningkatkan dan menjamin kualitas Berau Cacao yang pada gilirannya akan berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup para petani,” kata Nur dengan rasa syukur.