Kegiatan

28 Februari 2023 - Pendampingan Teknis I & II

Direktorat Jenderal Kemitraan Internasional (DG INTPA) Komisi Eropa dan Delegasi UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Jakarta dan Laboratorium Pemeriksaan Standar Karantina Ikan dan Pemeriksaan (FQISE/BUSKIPM) untuk mengumpulkan informasi dan umpan balik tentang Kontribusi ARISE+ Indonesia kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memperkuat penjaminan mutu di sektor perikanan, termasuk kapasitas pengujian laboratorium, Senin (27/02).

Di pelabuhan ikan, tim Komisi Eropa bertemu dengan pejabat otoritas pelabuhan dan perwakilan industri untuk memahami upaya dan tantangan Indonesia dalam memenuhi standar penjaminan mutu UE. Kunjungan tersebut merupakan kesempatan untuk melihat secara langsung kemajuan yang dicapai dan tantangan yang dihadapi dalam menerapkan kontrol resmi, khususnya sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Sistem HACCP adalah pendekatan pencegahan keamanan pangan yang mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya dalam proses produksi. Ini adalah persyaratan untuk semua produk perikanan yang diimpor ke EU.

Selain mengunjungi kapal penangkap ikan dan fasilitas pengolahan ikan untuk melihat pelaksanaan penjaminan mutu, delegasi juga mengunjungi Laboratorium Pemeriksaan Standar Karantina Ikan dan Pemeriksaan (BUSKIPM) untuk membahas manfaat program pelatihan yang difasilitasi ARISE+ Indonesia dalam penguatan kapasitas pengujian laboratorium antibiotik, logam berat dan mikrobiologi untuk produk perikanan.

Kapasitas pengujian laboratorium sangat penting untuk mendeteksi dan mengukur kadar antibiotik, logam berat, dan kontaminan mikrobiologis dalam produk perikanan. Kehadiran kontaminan ini dalam produk perikanan dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki laboratorium dengan kapasitas yang diperlukan untuk melakukan pengujian yang akurat dan andal.

UE adalah salah satu pasar ikan dan produk perikanan terbesar di dunia. EU memiliki peraturan yang ketat mengenai impor ikan dan produk perikanan, memastikan bahwa mereka memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan perlindungan lingkungan yang tinggi.

Delegasi tersebut terdiri dari Wakil Kepala Unit Ditjen INTPA C.2. South and Southeast Asia, Ian Hoskins, bersama dengan Team Leader ASEAN dari DG INTPA C.2, Tom Corrie, dan EUD Program Manager, Nur Isravivani, didampingi oleh pakar senior ARISE+ Indonesia, Arief Safari dan Alain Peyré.

Rombongan diterima di pelabuhan oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Jakarta, Mansur, didampingi oleh Koordinator Pengawasan dan Sertifikasi, Badan Karantina dan Pemeriksaan Ikan (BKIPM), Tri Handayani, dan perwakilan Direktorat Pelabuhan Perikanan, KKP, Agus Akbar.

Bapak Mansur menyampaikan apresiasinya atas dukungan ARISE+ Indonesia yang sangat bermanfaat untuk penguatan kapasitas sektor perikanan.

Ibu Tri Handayani menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia dalam memperkuat kapasitas laboratorium pusat untuk mengembangkan metode pengujian mikroplastik dan keterampilan dalam metode pengujian lanjutan untuk kontaminan, serta memperkuat kapasitas inspektur untuk memeriksa kapal penangkap ikan secara lebih efektif, mencakup semua pelabuhan perikanan di luar provinsi Jawa dan Bali. Oleh karena itu, beliau menyampaikan perlunya kerjasama dan dukungan yang berkelanjutan dari EU untuk mengatasi tantangan tersebut.

Berbicara tentang kunjungan tersebut, Deputy Head of Unit, Ditjen INTPA C.2, Mr Ian Hoskins, mengatakan, “Secara keseluruhan, dukungan UE melalui program ARISE+ Indonesia merupakan langkah positif untuk memperkuat kemitraan antara EU dan Indonesia dalam mempromosikan kualitas jaminan dalam perikanan serta perikanan yang berkelanjutan.

Infrastruktur berkualitas dan kelestarian lingkungan adalah dua bidang penting dalam kerja sama kami, sejalan dengan Gerbang Global EU. Kunjungan ini memungkinkan tim EU untuk melihat kemajuan, mendapatkan umpan balik dari pejabat Kementerian dan industri , dan menilai dampak proyek."

Mr Hoskins menambahkan, "Proyek ARISE+ Indonesia adalah contoh yang sangat baik dari komitmen EU untuk mendukung negara-negara mitra kami dalam memenuhi standar perdagangan internasional dan meningkatkan daya saing mereka di pasar global. Saya senang melihat program peningkatan kapasitas yang komprehensif ini memberikan hasil yang positif dalam memperkuat sektor perikanan di Indonesia.”

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter