Delegasi Uni Eropa dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJIP) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DGNED) Kementerian Perdagangan, dan Direktorat Fasilitasi Kekayaan Intelektual (DIPF) Kementerian Perdagangan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), melakukan kunjungan lapangan bersama untuk memantau perkembangan Indikasi Geografis (IG) di salah satu lokasi proyek ARISE+ Indonesia yang didanai Uni Eropa di Amed, Bali pada 6 Juni 2022.
Delegasi Uni Eropa diwakili oleh Mr Mario Ronconi, Kepala Unit Asia Selatan dan Tenggara Direktorat Jenderal Kerjasama Internasional Uni Eropa, dan Mr Thibaut Portevin, Kepala Kerjasama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, dan Nur Isravivani, Manajer Tugas Uni Eropa untuk ARISE+ Indonesia. Ditjen Dikti, Ditjen PEN dan DIPF masing-masing diwakili oleh Koordinator GI Marchienda Werdany, Analis Perdagangan Merry Astrid Indriasari, dan Ajeng Riananda.
Bekerja sama dengan Ditjen Kemenkes dan Ditjen Dikti, ARISE+ Indonesia memfasilitasi Komunitas Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) terpilih, termasuk Garam Bali Amed untuk memperkuat kapasitasnya dalam rencana pengendalian internal, ketertelusuran, branding, promosi, dan hubungan pasar. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan produsen kecil dan meningkatkan daya saing Indonesia dengan mengedepankan Indikasi Geografis sebagai ekspresi keaslian produk dan kualitas premium.
Delegasi Uni Eropa diwakili oleh Mr Mario Ronconi, Kepala Unit Asia Selatan dan Tenggara Direktorat Jenderal Kerjasama Internasional Uni Eropa, dan Mr Thibaut Portevin, Kepala Kerjasama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, dan Nur Isravivani, Manajer Tugas Uni Eropa untuk ARISE+ Indonesia. Ditjen Dikti, Ditjen PEN dan DIPF masing-masing diwakili oleh Koordinator GI Marchienda Werdany, Analis Perdagangan Merry Astrid Indriasari, dan Ajeng Riananda.
Bekerja sama dengan Ditjen Kemenkes dan Ditjen Dikti, ARISE+ Indonesia memfasilitasi Komunitas Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) terpilih, termasuk Garam Bali Amed untuk memperkuat kapasitasnya dalam rencana pengendalian internal, ketertelusuran, branding, promosi, dan hubungan pasar. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan produsen kecil dan meningkatkan daya saing Indonesia dengan mengedepankan Indikasi Geografis sebagai ekspresi keaslian produk dan kualitas premium.