Kegiatan

Bantuan Teknis II

Dalam sepuluh tahun terakhir, industri jasa kalibrasi di Indonesia telah mengalami pertumbuhan dan kemajuan yang signifikan. Pengembangan ini difokuskan pada perluasan cakupan kalibrasi, serta peningkatan kualitas dan keandalan layanan kalibrasi, yang penting bagi sektor-sektor seperti manufaktur, perawatan kesehatan, dan teknologi. Upaya terpadu telah dilakukan untuk meningkatkan ketertelusuran metrologi, memastikan bahwa pengukuran kalibrasi sejalan dengan praktik terbaik internasional. Ekspansi jasa kalibrasi di Indonesia mencerminkan perkembangan industri dan teknologi yang meningkat, sejalan dengan tren metrologi global dan menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kualitas infrastruktur.

Indonesia saat ini memiliki 317 laboratorium kalibrasi yang diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang mencakup 17 ruang lingkup. Ruang lingkup tersebut meliputi massa, suhu dan kelembaban, tekanan, volume, waktu dan frekuensi, instrumen analisis, panjang, listrik, gaya, torsi, aliran dan aliran, kekerasan, fotometri dan radiometri, dimensi, akustik dan getaran, massa jenis, dan radiasi. Di antaranya, kalibrasi massa, suhu dan kelembapan, serta tekanan adalah layanan yang paling banyak diminta, masing-masing disediakan oleh 205, 204, dan 184 laboratorium.

Sektor industri, khususnya manufaktur, merupakan klien utama layanan kalibrasi, didorong oleh kebutuhan kalibrasi peralatan manufaktur secara berkala. Sektor penting lainnya termasuk makanan dan minuman serta obat-obatan. Ke depan, laboratorium kalibrasi di Indonesia sedang menyusun strategi ekspansi dan diversifikasi, dengan menekankan pada bidang-bidang seperti kalibrasi listrik, kalibrasi perangkat medis di bidang kesehatan, dan alat pengukuran lingkungan.

Wawasan berharga ini diperoleh dari survei lembaga kalibrasi yang dilakukan oleh Unit Standardisasi Nasional (SNSU), Badan Standardisasi Nasional (BSN), bekerja sama dengan Mutuagung Lestari Internasional, dan diawasi oleh ARISE+ Indonesia. Survei ini dirancang untuk menangkap perspektif pemangku kepentingan mengenai ketertelusuran nasional, pemanfaatan layanan kalibrasi, dan harapan masa depan terhadap layanan ini.

Survei ini menggunakan kuesioner online yang disebarkan ke institusi yang terlibat dalam kegiatan laboratorium pengujian dan kalibrasi. Selama dua bulan, Agustus hingga Oktober 2023, berhasil mengumpulkan respon dari 100 peserta yang mewakili sampel dari 317 laboratorium kalibrasi di Indonesia. Untuk menjamin beragamnya perspektif, responden dipilih dengan cermat dari berbagai lembaga swasta dan pemerintah yang terkait dengan layanan kalibrasi di seluruh negeri. Tanggapan dikumpulkan dari berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi, untuk memastikan representasi geografis yang komprehensif dalam masukan tersebut.

Wakil Ketua SNSU BSN, Kristianto Widiwardono menekankan pentingnya survei ini untuk mempersiapkan program pengembangan SNSU BSN ke depan. Badan Standardisasi Nasional Indonesia (SNSU-BSN), sebagai Lembaga Metrologi Nasional, memelihara standar pengukuran nasional yang sangat akurat, memastikan pengukuran nilainya berada dalam batas yang dapat diterima, sehingga menjaga keterbandingannya dengan standar pengukuran internasional. SNSU-BSN juga mendukung laboratorium kalibrasi dalam mencapai dan menjaga keterlacakan pengukurannya, memastikan rantai ketertelusuran yang tidak terputus dan terdokumentasi hingga Sistem Satuan Internasional.

“Temuan survei ini akan menjadi salah satu masukan penting dalam menetapkan program dan kebijakan untuk mengarahkan peningkatan pelayanan kalibrasi, sehingga berkontribusi terhadap kemajuan ketertelusuran nasional,” kata Kristianto.

Survei ini mengidentifikasi beberapa tantangan, khususnya kemajuan pesat dalam teknologi dan peralatan, yang menjadikannya semakin rumit untuk memastikan keakuratan kalibrasi. Keterbatasan sumber daya, termasuk staf, peralatan, dan anggaran, juga menimbulkan hambatan yang signifikan, sehingga mempengaruhi produktivitas dan kemampuan kalibrasi laboratorium. Saat ini, permintaan kalibrasi tertentu, seperti peralatan Theodolite, ultrasound, anestesi, dan X-ray, tidak terpenuhi karena kendala tersebut.

Survei ini juga menyoroti perlunya SNSU-BSN untuk memperoleh alat dan teknologi baru untuk meningkatkan dan memperluas layanannya, sehingga dapat mendukung berbagai kebutuhan kalibrasi industri dengan lebih baik.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter