Bantuan Teknis II

Kunjungan delegasi Indonesia ke Eropa baru-baru ini, yang terdiri dari Kementerian Penanaman Modal/BKPM dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, telah membuka pintu bagi berbagai peluang investasi potensial di Indonesia. Misi yang difasilitasi oleh ARISE+ Indonesia ini merupakan kesempatan bagi delegasi untuk mengeksplorasi ekosistem investasi di Eropa dan menjalin hubungan yang vital. Berbagai pertemuan dan kunjungan lanjutan kini telah diatur antara Kementerian Penanaman Modal/BKPM, Delegasi Uni Eropa di Jakarta, dan lembaga dan perusahaan keuangan Eropa.
Wawasan tersebut dibagikan oleh Indra Darmawan, Penasihat Khusus Menteri Investasi, selama pertemuan dengan ARISE+ Indonesia pada 14 Juni 2023. Pertemuan ini bertujuan untuk menilai temuan-temuan utama dari kunjungan tersebut, membahas tindakan di masa depan, dan menguraikan rencana Investasi UE Rencana Atraksi.

“Selama interaksi kami dengan 22 institusi terkemuka di ekosistem investasi Eropa, terlihat jelas bahwa ada minat yang tulus dari calon investor untuk menjajaki peluang di Indonesia,” jelas Indra. Pertemuan dengan delegasi Komisi Eropa tentang kerangka pembiayaan Gerbang Global dan Dana Eropa untuk Pembangunan Berkelanjutan Plus (EFSD+) mengungkap potensi opsi pendanaan untuk proyek ekonomi hijau Indonesia.
Bapak Indra menekankan perlunya tindakan segera. “Ketertarikan ini harus segera kita tindak lanjuti. Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Noor Fuad Fitrianto, Direktur Pelayanan dan Perencanaan Wilayah, untuk mengidentifikasi proyek-proyek yang paling siap untuk didanai dengan skema ini.”

Pertemuan yang dipimpin oleh Daniel Nicholls, Pakar Investasi Senior di ARISE+ Indonesia, secara khusus menyoroti keberhasilan penerapan model triple helix. Model yang memicu inovasi di berbagai sektor ini terbukti menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju. Mengumpulkan wawasan dan inspirasi dari model yang sukses ini dan penerapannya di seluruh Eropa, para peserta membahas inisiatif potensial untuk menerapkan model tersebut di Indonesia, yang disesuaikan untuk memanfaatkan kekuatan dan keunggulan khas negara tersebut dalam ekosistem industri atau zona ekonomi khusus.
Richard Silitonga, Perencana Investasi di Bappenas, menyoroti ekosistem UKM yang kuat di Eropa, yang seringkali beroperasi secara independen dari campur tangan pemerintah.
Alessandro Martinatto, Ketua Tim ARISE+ Indonesia TA II, menyarankan agar wawasan ini dapat dikaji lebih lanjut untuk menumbuhkan ekosistem investasi sektoral di Indonesia, dengan penekanan khusus pada ekonomi biru, energi terbarukan, dan sektor prioritas lainnya.
Pertemuan berikutnya dengan Delegasi UE di Jakarta, yang dijadwalkan pada Juli 2023, akan dihadiri oleh perwakilan dari BKPM, Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan pemangku kepentingan utama lainnya. Pertemuan tersebut akan menggali lebih dalam tentang mekanisme Global Gateway dan EFSD+.
Menanggapi meningkatnya minat dari calon investor UE, BKPM dan ARISE+ Indonesia akan mengadakan Focus Group Discussion pada 18 Juli 2023, untuk mendapatkan umpan balik sektor swasta atas Investment Projects Ready to Offer (IPRO) di sektor Agribisnis dan Perikanan.
Setelah pertemuan produktif dengan Direktorat Jenderal Aksi Iklim (DG CLIMA) selama kunjungan Eropa, sesi tindak lanjut online juga direncanakan. DG CLIMA akan terlibat dengan BKPM, Bappenas, dan entitas Pemerintah Indonesia lainnya yang relevan untuk membahas pasar karbon. Wawasan dari sesi ini akan dimasukkan ke dalam Penilaian Pasar Karbon yang lebih luas dan hubungannya dengan keputusan FDI, yang akan dilakukan ARISE+ Indonesia pada Q3 2023.