
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan dua lokakarya tentang Good Standardization Practice dan Good Regulatory Practice, dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia. Sebagai badan standardisasi nasional, BSN memainkan peran sentral dalam membuat standar tersedia bagi dunia usaha dan memastikan bahwa semua standar nasional mengikuti standar terkini (up-to-date) dan diselaraskan dengan standar internasional.
Lokakarya pertama, Good Standardization Practice (GSP), berlangsung pada 15-16 Februari 2022 untuk membekali peserta dengan pengenalan umum tentang aturan, prinsip, dan prosedur standardisasi.
Lebih dari 200 anggota komite teknis dari BSN, kementerian, sektor swasta dan akademisi berpartisipasi dalam lokakarya yang disampaikan pada platform virtual oleh Ahli Infrastruktur Kualitas Ekspor ARISE+ Indonesia, Carsten Kudahl.
Program peningkatan kapasitas di bidang standardisasi menjadi sangat penting seiring dengan tujuan Indonesia untuk meningkatkan ekspor dan mengambil peran yang lebih menonjol di pasar internasional. Dalam pembukaan workshop, Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal, Badan Standardisasi Nasional (BSN), Dr Wahyu Purbowasito, menyoroti pentingnya standardisasi dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan produktivitas yang dibuktikan di beberapa negara. Dia mencontohkan Prancis, di mana standar telah berkontribusi pada 25% PDB pada tahun 2009.
“Kita perlu meningkatkan penggunaan standar oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) dan industri kita jika kita ingin mereka mampu menembus pasar global,” kata Dr Wahyu.
Selama dua sesi setengah hari, para peserta belajar tentang siklus standardisasi, peran aktor kunci dalam standardisasi, hasil standardisasi, standar lain selain standar internasional dan nasional, dan penggunaan standar untuk regulasi.
Salah satu peserta workshop dari pihak swasta, Agus Tonny, Deputi Direktur Operasional salah satu perusahaan manufaktur di Surabaya, mengatakan workshop ini sangat menambah wawasan dan menambah pengetahuannya.
Workshop kedua, Good Regulatory Practice (GRP), disampaikan secara virtual oleh Ahli ARISE+ Indonesia Carsten Kudahl pada 22-23 Februari 2022. Lebih dari 100 anggota komite teknis dari BSN, kementerian, sektor swasta dan akademisi berpartisipasi dalam acara tersebut. Tujuan utama lokakarya ini adalah untuk memberikan pengenalan kepada para peserta tentang GRP, yang sangat diprioritaskan secara internasional karena berkontribusi pada transparansi dan koherensi yang lebih besar dalam undang-undang. Pada saat yang sama, GRP mencakup metode yang memperjelas dampak undang-undang baru dan dengan demikian memastikan gambaran yang lebih baik tentang biaya dan manfaat undang-undang baru.
Materi Presentasi