Kegiatan



Pada 24 Februari 2021 Sung-Eun Jun, ekonom Oxford Economics negara, berbicara dalam lokakarya virtual yang difasilitasi oleh ARISE+ Indonesia untuk Bappenas (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional) tentang Indonesia: Pemulihan Pertumbuhan yang Tertunda di tengah Wabah Virus Corona yang Berkepanjangan. Dia menyebutkan, prospek ekonomi Indonesia sangat bergantung pada evolusi pandemi COVID-19.


"Penurunan kasus COVID-19 yang lebih stabil akan membantu peningkatan permintaan domestik, menghidupkan kembali kepercayaan konsumen, dan meningkatkan perkiraan pertumbuhan kami untuk tahun 2021," kata Sung.

Sekitar 40 ekonom dan pejabat dari BAPPENAS dan lembaga lintas pemerintah berpartisipasi aktif dalam lokakarya untuk mengkaji analisis terbaru Oxford Economics tentang faktor pertumbuhan, dan membagikan pandangan mereka.

Beberapa faktor yang paling mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia pada tahun 2021 adalah belanja swasta yang belum meningkat kuat; permintaan domestik, yang tetap menjadi hambatan utama pertumbuhan; dan kondisi defisit Indonesia.

Namun sebagai negara pengekspor komoditas, seperti batu bara, ada kemungkinan bagi Indonesia untuk memulihkan nilai ekspor pra-pandemi sepanjang tahun ini.

"Ekspor, kami berharap untuk pulih dengan cepat pada tahun ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dari Tiongkok dan Amerika Serikat," tambah Sung.

Menurut Sung, beberapa risiko masih condong ke sisi negatif dari pertumbuhan PDB. Misalnya, lockdown global dapat secara serius menghambat pertumbuhan ekonomi.

Setelah pemaparannya, terjadi diskusi antara Sung dan staf Bappenas. Salah satu staf mengatakan prakiraan ekonomi Sung hampir mirip dengan yang dimiliki tim ekonomi Bappenas.

Forum diskusi dengan ekonom negara Oxford Economics untuk Indonesia akan diadakan setiap kuartal dan bagian dari dukungan teknis ARISE+ Indonesia kepada BAPPENAS mengenai pemodelan dan prakiraan ekonomi.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter