Kegiatan

Dengan beberapa negosiasi perdagangan dalam perencanaan, studi dan analisis tentang potensi dan manfaat nilai global produk Indonesia penting untuk mendukung negosiasi. Kementerian Perdagangan (Kemendag), dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia menyelenggarakan pelatihan Analisis Rantai Nilai Global (GVC) dan Penggunaan Basis Data Nilai Tambah Perdagangan (TiVA), pada tanggal 9-11 Juni 2021.

Dalam sambutan pembukaannya, Koordinator Program dan Kerjasama Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Harry Putranto menyampaikanb ahwaPenggunaan Basis Data Nilai Tambah Perdagangan atau TiVA sangat berguna untuk mengukur seberapa besar nilai tambah suatu negara terhadap produksi barang atau jasa yang diekspor. .

"Indikator TiVA memberikan wawasan tentang hubungan komersial antar negara untuk menginformasikan kepada para pembuat kebijakan dengan lebih baik," kata Harry.

Bapak Harry menyampaikan pidato pembukaan mewakili Sekretaris Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Bapak Ari Satria yang berhalangan hadir karena ada tugas penting lainnya.

Dua puluh analis, perencana, dan negosiator perdagangan dan investasi dari Kementerian Perdagangan dan Bappenas (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional) mengikuti lokakarya yang diadakan di Bandung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Para dosen dan ekonom dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi dan Pyan Amin Muchtar, masing-masing memberikan pelatihan Global Value Chain dan Trade in Value-Added.

Selama kursus tiga hari, para peserta meningkatkan pengetahuan mereka tentang konsep-konsep utama yang mendasari kerangka kerja GVC, dan memperdalam keterampilan analitis mereka tentang Rantai Nilai Global, terutama melalui penggunaan database TiVA.

Elitasari Apriyani, Junior Trade Negotiator dari Kementerian Perdagangan, mengatakan bahwa pelatihan tersebut telah meningkatkan kemampuan praktisnya dalam menggunakan database TiVA dan analisis GVC, yang sangat bermanfaat untuk pekerjaannya.

“Analisis ini berguna untuk membantu kami memahami bagaimana mengintegrasikan usaha kecil dan menengah ke dalam Rantai Nilai Global,” kata Elita setelah pelatihan.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter