Kegiatan

Image
Dengan beberapa negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung, khususnya negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa Indonesia, menguasai pasar dan alat analisis sangat penting bagi negosiator dan analis Indonesia untuk mendukung strategi perdagangan negara. Kementerian Perdagangan dengan dukungan ARISE+ Indonesia menyelenggarakan pelatihan ITC Market Analysis Tools, pada tanggal 6-9 April 2021.

“Analisis pasar berdasarkan data perdagangan akan membantu kami mengidentifikasi produk dan sektor untuk calon mitra potensial,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang dalam sambutan pembukaannya.

Selama pelatihan empat hari, analis perdagangan, perencana dan perunding dari Kementerian Perdagangan, Bappenas (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional), dan Kementerian Perindustrian meningkatkan pengetahuan mereka tentang proses analisis pasar, interpretasi data dan cara menggunakan Peta Perdagangan dan Peta Akses Pasar, dua Alat Analisis Pasar ITC yang penting. Pelatihan disampaikan melalui mode “gabungan” di mana sebagian besar peserta berkumpul di suatu lokasi dan pelatih melakukan pengajaran dari jarak jauh.

Alat tersebut dikembangkan oleh International Trade Center (ITC), badan bersama World Trade Organization (WTO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berdedikasi penuh untuk mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) dalam memasuki pasar internasional. Alat ITC disediakan gratis untuk negara berkembang dan dapat diakses oleh publik.

Rajendra Singh, pelatih ITC bersertifikat dari Pusat Promosi Perdagangan dan Ekspor Nepal, memandu para peserta melalui database perdagangan ITC dan fitur-fitur di Peta Perdagangan dan Peta Akses Pasar, seperti indikator perdagangan pada kinerja ekspor, permintaan internasional, alternatif dan kompetitif pasar, tarif bea cukai, perjanjian perdagangan, aturan asal, pemulihan perdagangan, dan tindakan non-tarif.

"Analisis pasar akan membantu kami memahami strategi pemasaran yang memadai untuk memasuki pasar baru,"
kata Singh.

Salah satu peserta, Fakhrul Razy, Analis Perdagangan di Direktorat Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan, mengatakan bahwa ITC sangat berguna untuk menunjang tugasnya sehari-hari.

“Latihan-latihan yang diberikan selama pelatihan telah memungkinkan kami untuk lebih unggul dalam penggunaan Peta Dagang atau Peta Akses Pasar dalam mendukung pekerjaan kami,” kata Razy.

Meskipun pelatih tidak dapat bertatapan langsung dengan masing-masing peserta secara individu, hasil pelatihan sangat positif, terbukti dengan presentasi tugas yang sangat baik dari peserta di akhir pengajaran.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter