Kegiatan

Bantuan Teknis I

Kebijakan pemulihan perdagangan sangat penting untuk mendukung produsen dalam negeri dari lonjakan impor yang tidak terduga atau praktik perdagangan yang tidak adil dari bisnis luar negeri, yang menyebabkan kerugian bagi industri dalam negeri. Di sisi lain, memperkenalkan solusi perdagangan dapat berdampak pada industri hilir, konsumen, dan bahkan ekonomi makro yang lebih luas. Oleh karena itu, proses pembuatan kebijakan untuk menyelidiki pemulihan perdagangan harus dilakukan dengan hati-hati dan obyektif berdasarkan data yang dapat diandalkan dan metodologi yang kuat.

Untuk mengatasi masalah ini, Badan Analisis dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan (TREDA) Kementerian Perdagangan (Kemendag), dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia, menyelenggarakan lokakarya lanjutan tentang "Meningkatkan Kerangka Kebijakan Pemulihan Perdagangan: Desain Metodologi Dampak Sosial Ekonomi ".

Pelatihan terdiri dari rangkaian kegiatan lokakarya yang dimulai pada tahun 2021 untuk mendukung peningkatan kapasitas Tim Penasehat Kepentingan Nasional dalam melakukan analisis potensi dampak kebijakan trade remedies terhadap sosial ekonomi.

Pelatihan tahun ini disampaikan melalui empat lokakarya dalam format hybrid oleh Senior Experts ARISE+ Indonesia, Paul Baker dan Neetish Hurry. Lebih dari 100 pejabat dari Kementerian Perdagangan dan kementerian terkait lainnya berpartisipasi dalam lokakarya pertama pada tanggal 12 Mei untuk melakukan konsultasi dan survei, menyiapkan kuesioner, serta mengumpulkan dan menganalisis tanggapan.

Pada lokakarya kedua dan ketiga pada 17-18 Mei, para peserta belajar bagaimana melakukan metodologi penilaian dampak sosial-ekonomi menggunakan model keseimbangan parsial yang ditambah, menginterpretasikan hasil dan menghitung dampak yang lebih luas, seperti dampak ketenagakerjaan dan sektor menggunakan kasus percontohan. data. Lokakarya keempat, pada 24 Mei, menargetkan pemangku kepentingan yang lebih luas, seperti asosiasi bisnis dan pelaku usaha, membahas dan memvalidasi catatan kebijakan metodologi penilaian sosial ekonomi.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua TREDA, Kasan, mendorong para peserta untuk aktif terlibat dalam diskusi selama lokakarya dan belajar bagaimana mendapatkan data dan informasi yang dapat diandalkan.

Salah satu peserta, Niki Barenda Sari, Analis Perdagangan di Pusat Analisis Perdagangan Luar Negeri, mengatakan bahwa pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan kapasitas untuk menerapkan metodologi penilaian sosial ekonomi untuk analisis pemulihan perdagangan.

“Kami sekarang memiliki metodologi yang seragam dan kuat dalam melakukan penilaian sosial ekonomi untuk memastikan hasil yang valid dan dapat diandalkan,” kata Niki.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter