Kegiatan

Bantuan Teknis I

Kementerian Perdagangan, dengan bantuan teknis dari ARISE+ Indonesia yang didanai oleh Uni Eropa (EU), melakukan studi analisis tentang "Prioritas Kebijakan Ekonomi Keketuaan Indonesia ASEAN pada tahun 2023: Penguatan Rantai Nilai Regional (RVC)", yang bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada ASEAN melalui Indonesia untuk mengembangkan ASEAN menjadi pusat Rantai Nilai Global. Hasil kajian potensi sektor otomotif, elektronik, dan alat kesehatan dipresentasikan dan didiskusikan dengan pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan partisipasi Negara Anggota ASEAN dalam RVC pada Senin (31/10).

Penguatan Rantai Nilai Regional (RVC) akan mengarah pada integrasi ekonomi yang lebih dalam di ASEAN yang meningkatkan ketahanan terhadap guncangan ekonomi sekaligus berkontribusi pada peran blok yang lebih kuat dalam ekonomi global.

Dalam pidato pembukaannya, Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Bapak Ari Satria, mengatakan, “Indonesia merasa terhormat untuk menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023. Keketuaan Indonesia diharapkan dapat menghasilkan ide dan inisiatif baru dalam mengatasi tantangan dan masalah penting lainnya yang menjadi perhatian di kawasan dan dunia."

Bapak Ari juga menggarisbawahi pentingnya keketuaan Indonesia untuk menghasilkan deliverables yang bermanfaat tidak hanya bagi kawasan ASEAN tetapi juga bagi kepentingan nasional pada khususnya dan kepentingan global pada umumnya.

Kepala Kerja Sama Delegasi EU, Mr Thibaut Portevin, menyampaikan bahwa UE sangat ingin mendukung Keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023 dan memperkuat rantai nilai serta konektivitas yang lebih luas antara UE dan ASEAN telah menjadi prioritas kerja sama tersebut.

“Rantai nilai yang diperkuat dapat berkontribusi pada pasar regional yang lebih efisien dan terintegrasi yang juga dapat menciptakan peluang perdagangan dan investasi bagi mitra ASEAN, termasuk UE, yang saat ini merupakan investor terbesar di negara-negara ASEAN dan mitra dagang terbesar ke-3 di luar Eropa, "ucap Mr.Portevin.

Berbicara pada forum tersebut, Direktur Perundingan ASEAN Kementerian Perdagangan, Ibu Dina Kurniasari, mempresentasikan perkembangan Perjanjian Perdagangan Bebas dan Rantai Nilai Global di ASEAN. Beliau menyoroti pentingnya peningkatan Regional Value Chains untuk meningkatkan keterbukaan dan daya saing industri di ASEAN yang telah diakui oleh Negara-negara Anggota ASEAN. Sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2023, Indonesia akan mengusulkan pembentukan inisiatif berbasis proyek ASEAN untuk meningkatkan RVC di ASEAN dan meningkatkan ketahanan ekonomi. Ia mengatakan ASEAN akan membentuk Focal Group on GVCs.

Pakar Senior Perdagangan Internasional Indonesia ARISE+ Paul Baker, CEO International Economics Consulting, mempresentasikan analisis terperinci tentang arus perdagangan dalam rantai nilai peralatan otomotif, elektronik, dan kesehatan, partisipasi Negara Anggota ASEAN di setiap rantai nilai, dan pemain utama dalam proses produksi. Dia juga meninjau kebijakan dan protokol regional dan nasional dan memberikan rekomendasi yang berkaitan dengan bidang kebijakan utama seperti kerangka kerja integrasi ASEAN dan Tindakan Non-Tarif.

Forum tersebut menghadirkan panelis terkemuka, mulai dari pembuat kebijakan hingga pelaku usaha, yaitu Ruly Fitrah Nasrullah, Deputi Direktur Kerjasama Bilateral Kementerian Penanaman Modal (BKPM); Erlita Khadijah, Deputi Direktur Industri Akses Internasional Kementerian Perindustrian; dan Mufti Hamka, Penasihat Khusus Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

Berbicara di panel, Mufti menyarankan agar lebih banyak investasi dilakukan dalam Penelitian dan Pengembangan (R&D) di industri untuk memperkuat rantai nilai Indonesia di sektor masing-masing.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter