Kegiatan

Kajian Dampak COVID-19 pada Global Value Chains (GVCs) yang Relevan dengan Ekspor Indonesia dan Pengembangan Roadmap Pemulihan

Indonesia sangat terpukul oleh pandemi COVID-19. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,07% selama pandemi pada tahun 2020 dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5 persen pada tahun 2019. Meskipun pandemi tersebut menimbulkan kesulitan yang cukup besar pada perekonomian Indonesia, pemulihan awal telah diamati berkat tindakan penahanan dan dukungan. Ini termasuk respon kesehatan masyarakat yang efektif dan penerapan serangkaian tindakan fiskal dan moneter, yang dimungkinkan oleh penyangga substansial karena kebijakan ekonomi makro yang bijaksana di tahun-tahun sebelumnya serta dukungan internasional yang cukup besar.

Observasi tersebut diambil dari laporan akhir Dampak COVID-19 pada Global Value Chains (GVCs) Relevan dengan Ekspor Indonesia dan Roadmap Pengembangan Pemulihan yang dilakukan oleh ARISE+ Indonesia bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Laporan tersebut dipresentasikan selama webinar pada 4 November 2021.

Studi yang dipimpin oleh ekonom senior perdagangan internasional Paul Baker ini bertujuan untuk mengumpulkan pemahaman mendalam tentang dampak COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia dengan analisis mendalam terhadap rantai nilai tertentu.
Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Menteri Perekonomian Bappenas, Ibu Amalia Adininggar Widyasari, menyatakan bahwa studi ini akan membantu pemerintah menganalisis kinerja perdagangan dan GVC secara keseluruhan dari perspektif global dan Indonesia terhadap respon kebijakan yang diterapkan.

“Jadi, kita bisa mempertajam pemulihan perdagangan dan kebijakan investasi akibat dampak pandemi dan meningkatkan partisipasi Indonesia di GVCs,” kata Ibu Widyasari.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa sektor makanan dan minuman mengalami surplus perdagangan yang besar bagi Indonesia dengan nilai USD 22 miliar, dan pertumbuhannya sedikit melampaui kinerja tahun 2018. Indonesia tetap menjadi eksportir bersih produk FBT terbesar kedua di dunia. Indonesia juga mengalami peningkatan ekspor neto otomotif sebesar USD 3 miliar, akibat penurunan impor yang relatif signifikan pada tahun 2020. Indonesia merupakan salah satu pengekspor utama sektor otomotif di kawasan Asia.

Indonesia adalah salah satu dari sedikit produsen alas kaki yang mengalami pertumbuhan selama pandemi, dengan ekspor bersihnya meningkat dari USD 3,5 miliar pada 2019 menjadi USD 4,2 miliar pada 2020. 3 pemain teratas di sektor alas kaki (China, Vietnam, dan Italia) mengalami penurunan ekspor pada tahun 2020.

Permintaan pasar internasional untuk tekstil dan pakaian jadi mengalami penurunan yang cukup signifikan, dan beberapa negara produsen mengalami penurunan ekspor yang cukup besar pada tahun 2020. Namun, Indonesia meningkatkan partisipasinya dalam rantai nilai global dengan nilai ekspor sebesar USD 5,1 miliar. Sementara itu, di sektor elektronik, neraca perdagangan Indonesia membaik dari USD -9,6 miliar (2019) menjadi USD -8,8 miliar (2020), meskipun aktivitas di sektor tersebut terpukul.

Survei dampak pandemi COVID-19 terhadap dunia usaha di Indonesia serta relevansi dan efektivitas respons perdagangan pemerintah juga dilakukan. Survei tersebut mengungkapkan bahwa relaksasi regulasi dan insentif pajak merupakan intervensi pemerintah tambahan yang paling dibutuhkan oleh industri. Kajian ini diakhiri dengan rekomendasi roadmap pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan yang terbagi dalam tiga fase, yaitu jangka pendek, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Webinar ini juga menghadirkan panelis terkemuka dari sektor pemerintah dan swasta, antara lain Direktur Jenderal Ketahanan, Teritorial, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Bapak Eko S.A. Cahyanto; Direktur Pengembangan Pasar & Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan, Hari Widodo; Ketua Komite Bilateral Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Alexander Yahya Datuk; Direktur Pemerintah dan Urusan Publik NIKE, Devi Kusumaningtyas; Wakil Presiden Direktur PT Panasonic Manufacturing Indonesia mewakili GABEL (Asosiasi Produsen Elektronika dan Peralatan Rumah Tangga), Daniel Suhardiman; dan External Affairs Director PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Tri Wahono Brotosanjoyo.

Menyampaikan kata penutup, Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerjasama Ekonomi Internasional Bappenas, Ibu P.N. Laksmi Kusumawati, menekankan pentingnya GVCs sebagai salah satu penggerak utama bagi pemulihan ekonomi Indonesia dan mendorong dunia usaha Indonesia untuk meningkatkan partisipasi dalam GVCs.

 

Presentation Materials

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter