Kegiatan

Bantuan Teknis II

Metodologi alternatif untuk menghitung biaya logistik aktual diperkenalkan dalam studi terbaru tentang biaya logistik yang dilaksanakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama dengan Samudera Indonesia Research Initiatives dan didukung oleh ARISE+ Indonesia. Studi memperkirakan biaya logistik di tingkat mikro dan mezzo dengan menganalisis struktur biaya, jenis komoditas, dan transportasi yang digunakan. Studi ini bertujuan untuk mendukung Bappenas dalam mengembangkan kebijakan yang lebih efektif untuk mengurangi biaya logistik Indonesia.

Logistik adalah komponen penting dari perdagangan, baik domestik maupun internasional. Dalam konteks domestik, logistik sangat penting untuk menghubungkan produsen dan konsumen di wilayah geografis yang luas. Di panggung internasional, logistik sangat penting untuk memfasilitasi perdagangan global. Kinerja sektor logistik erat kaitannya dengan biaya logistik yang terjadi di lapangan.

Menurut Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerjasama Ekonomi Internasional Bappenas, Laksmi Kusumawati, peningkatan efisiensi dan efektivitas biaya logistik sangat penting untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam ekonomi global saat ini, bisnis harus dapat memindahkan barang dan jasa dengan cepat, andal, dan hemat biaya agar tetap kompetitif. Industri logistik memainkan peran penting dalam memfasilitasi perdagangan dengan mengelola transportasi, penyimpanan, dan distribusi barang dan jasa.

“Terlepas dari upaya Pemerintah untuk meningkatkan kinerja logistik di Indonesia, biaya logistik tetap tinggi. Oleh karena itu, kami menguji coba metodologi baru untuk memperkirakan biaya logistik aktual yang melengkapi perhitungan biaya logistik nasional yang ada. Metodologi tersebut bersama-sama memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi biaya logistik di Indonesia. sebuah negara untuk meningkatkan kebijakan dan praktik logistik," kata Ms Laksmi.

Temuan awal dipresentasikan pada 10 Maret 2023 untuk mengumpulkan masukan dan mengembangkan rekomendasi atau tindakan kebijakan dengan kementerian/lembaga terkait untuk menekan biaya logistik nasional.

Widdi Mugijayani, Pakar Senior Kebijakan Perdagangan ARISE+ Indonesia, menggarisbawahi pentingnya peningkatan kinerja logistik yang akan berkontribusi pada daya saing Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu, meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Uni Eropa.

“Logistik memungkinkan bisnis untuk memindahkan barang dan jasa lintas batas dengan cepat dan hemat biaya, sistem logistik yang andal dan efisien juga penting untuk menarik investor asing,” kata Widdi.

Kajian ini mengamati proses logistik kegiatan intra pulau dan antar pulau/internasional. Titik penyerahannya meliputi empat wilayah yang terbentang dari barat hingga timur Indonesia. 4 wilayah tersebut adalah Medan, Jakarta, Makassar, dan Jayapura. Perdagangan antar daerah di Sumatera Utara (Medan), DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan (Makassar) sebagian besar menggunakan transportasi darat. Sedangkan moda transportasi yang sering digunakan untuk mengangkut barang di Papua (Jayapura) adalah angkutan laut.

Berdasarkan temuan tersebut, beberapa hal penting yang dapat diambil untuk logistik domestik dan ekspor diidentifikasi. Pertama, membagi jenis barang yang diangkut akan melengkapi perhitungan biaya logistik yang ada dan memberikan wawasan untuk meningkatkan biaya logistik yang terkait dengan produk tertentu. Kedua, mengklasifikasikan bisnis logistik domestik sebagai Business-to-Business (B2B) atau Business-to-Customer (B2C) akan mengungkapkan karakteristik pengangkutan barang yang berbeda, di mana B2B umumnya melibatkan volume barang yang besar dan B2C melibatkan volume barang yang kecil. Terakhir, membagi biaya logistik berdasarkan wilayah/rute menambah nilai perhitungan biaya logistik yang ada dengan mengidentifikasi prioritas daerah dalam perumusan kebijakan logistik.

Dyah W. Purbandari, Analis Kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut, menyambut baik dan mengapresiasi metodologi baru yang diperkenalkan untuk memperkirakan biaya logistik di tingkat mikro dan mezzo, yang berkontribusi pada kebijakan yang lebih komprehensif dan efisien. Dia menyarankan untuk memperluas responden dan memetakan sektor ekonomi untuk menghasilkan data yang lebih komprehensif.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter