Kegiatan

Bantuan Teknis I

Indonesia mengarahkan pandangannya untuk memanfaatkan kekuatan transformatif dari Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memacu inovasi di banyak industri. Kunci untuk membuka potensi mereka, bagaimanapun, terletak pada pemanfaatan maksimal mereka oleh bisnis negara, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam upaya untuk mendapatkan wawasan berharga tentang keberhasilan implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), enam pejabat dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dengan dukungan ARISE+ Indonesia, memulai kunjungan studi ke Singapura, negara yang terkenal dengan penggunaan dan promosi FTA dan CEPA yang efektif. Keberhasilan Singapura dalam memanfaatkan 27 perjanjian perdagangan yang mencakup lebih dari 86% PDB global sebagian karena strategi penjangkauannya yang kuat, yang telah menumbuhkan tingkat kesadaran dan pemahaman yang tinggi di antara komunitas bisnisnya.

Tujuan inti dari misi ini terletak pada upaya gigih Indonesia untuk sepenuhnya memanfaatkan FTA/CEPA, terutama dengan CEPA Indonesia-UE yang sudah di depan mata. Misi studi bertujuan untuk menyelidiki strategi penjangkauan dan komunikasi yang efektif untuk memaksimalkan potensi kesepakatan ini dan memungkinkan sektor swasta untuk menuai manfaat penuh.

Dipimpin oleh Ari Satria, Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (Dirjen ITN), Kementerian Perdagangan, delegasi Indonesia bertemu dengan Direktorat Klaster Perdagangan Internasional - Kementerian Perdagangan & Industri (MTI), Enterprise Singapore (ESG ) - keagenan di bawah MTI, Singapore Business Federation (SBF) dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, dalam misi pada 4-7 April 2023.

Catatan penting dari kunjungan tersebut menggarisbawahi bahwa penggunaan perjanjian perdagangan yang optimal memerlukan upaya yang harmonis dari para pemangku kepentingan di seluruh industri. Ditambah dengan strategi penjangkauan dan komunikasi yang efektif, tinjauan berkala terhadap perjanjian perdagangan yang ada sangat penting untuk memastikan relevansinya dalam kondisi pasar saat ini.

Setelah misi studi selesai, Sekretariat Ditjen ITN akan menyampaikan temuannya ke Pusat Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis di Universitas Gadjah Mada. Wawasan ini akan menjadi masukan dan rekomendasi penting untuk studi kelayakan pendirian Pusat Pendukung FTA. Sekretariat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sedang mempersiapkan pendirian FTA Support Center yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pelaksanaan dan pemanfaatan FTA Indonesia berdasarkan hasil kajian ini.

Bapak Satria mengucapkan terima kasih kepada ARISE+ Indonesia yang telah memfasilitasi misi studi. “Penelitian misi telah memberikan wawasan berharga yang dapat dipertimbangkan untuk implementasinya,” kata Satria.

Lebih lanjut beliau menyampaikan harapannya agar ARISE+ Indonesia dapat memfasilitasi tindak lanjut hasil misi kajian tersebut. Ini termasuk pembuatan materi seperti buku, infografis, dan pedoman khusus terkait FTA/CEPA, serta kegiatan lain yang diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2023-2024.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter