Bantuan Teknis I

Indra, Sadi, Vivi dan Hanzela kewalahan saat booth mereka, ARISE+ Indonesia-supported Geographical Indications (GI), di 3rd World Conference on Creative Economy (WCCE) Expo dikunjungi oleh banyak tokoh, termasuk Menteri Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif beserta istrinya, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Direktur Industri Kreatif dan Pengembangan Kekayaan Intelektual, Duta Industri Kreatif Walikota London, Duta Besar Serbia, dan masih banyak lagi.
Indra, Sadi, Vivi dan Hanzel, perwakilan dari asosiasi IG Garam Bali Amed, Garam Bali Kusamba, dan Lada Putih Muntok, menggunakan kesempatan tersebut untuk mempromosikan Indikasi Geografis Indonesia yang beragam kepada dunia internasional. Mereka sangat senang ketika para pengunjung, termasuk tokoh-tokoh terkemuka, memuji asosiasi GI dan ARISE+ Indonesia karena mempromosikan produk khas lokal dan memberikan dorongan untuk memajukan GI Indonesia.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) dan Kementerian Perdagangan (Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional), memberikan dukungan kelembagaan yang diperlukan untuk acara tersebut. terjadi sementara ARISE+ Indonesia memberikan dukungan teknis.
Konferensi internasional bergengsi yang diadakan di Nusa Dua Bali, 5-7 Oktober 2022 itu diselenggarakan bersama oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Luar Negeri.
Dalam kunjungannya ke booth Indikasi Geografis (IG) Indonesia yang didukung ARISE+, Direktur Industri Kreatif dan Pengembangan Kekayaan Intelektual Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar), Robinson Hasoloan Sinaga, menegaskan kembali komitmen Kemenpar untuk mendukung asosiasi GI di Indonesia.
mempromosikan GI Indonesia. Melalui WCCE Expo, Bapak Robinson berharap semakin banyak orang yang mengenal dan menerima GI Indonesia, khususnya di pasar internasional.
"Oleh karena itu, asosiasi GI atau komunitas pemegang hak (MPIG) akan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih baik," kata Robinson.
Dalam perbincangan dengan MPIG sore itu, Mr Robinson berpesan untuk menjaga kualitas produk dan meningkatkan kemasan dan branding produk di dalam dan luar negeri.
Vivi Widyana, pendiri Billiton Spices dan salah satu anggota Asosiasi GI Lada Putih Muntok, mengatakan, “Kami bersyukur mendapatkan eksposur global untuk GI Indonesia ini. Kami mendapatkan banyak wawasan dari komunitas bisnis juga. Terima kasih , MoTCE dan ARISE+ Indonesia."
Sadi Ari Putra, perwakilan dari Asosiasi GI Garam Kusamba Bali menggarisbawahi kesempatan yang diberikan oleh WCCE Expo untuk belajar dari pengusaha lain, terutama dalam membangun kepercayaan diri dan ide-ide kreatif pada presentasi dan pengemasan produk.
Produk GI yang ditampilkan dalam WCCE Expo antara lain Garam Bali Amed, Garam Kusamba, Gula Kelapa Kulon Progo Jogja, Kopi Arabika Gayo, Kopi Arabika Flores Manggarai, Kopi Arabika Flores Bajawa, dan Lada Putih Muntok.
Hingga saat ini, ARISE+ Indonesia di bawah naungan Ditjen Dikti, Ditjen PEN dan Kemendikbud, telah mendukung promosi lebih dari 20 produk IG pertanian pangan Indonesia melalui pameran produk dan pameran kuliner di lima pameran perdagangan internasional, yaitu (i) Expo Dubai 2022, (ii) Alimentaria Barcelona Spain, (iii) Food and Beverage Indonesia di JIEXPO Jakarta, (iv) Bali Ubud Food Festival dan (v) kolaborasi Javara x Dharmawangsa pada pameran Indonesia Spice Up the World.
Mendukung MPIG untuk berpartisipasi dalam Business to Business (B2B)/acara promosi internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan produk IG Indonesia dan membina hubungan yang lebih baik dengan pasar.