
Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia - Uni Eropa (I-EU CEPA) akan mendukung transformasi ekonomi Indonesia dan meningkatkan standar hidup. Dengan meningkatkan akses perdagangan ke pasar Uni Eropa, I-EU CEPA memiliki potensi besar untuk meningkatkan diversifikasi dan daya saing produk dan jasa Indonesia. Kerja sama ini juga akan mendorong investasi, memfasilitasi partisipasi Indonesia dalam Rantai Nilai Global dan membantu mempercepat reformasi kerangka regulasi.
Center for Strategic and International Studies (CSIS) mempresentasikan temuan-temuan penting dari studi tentang Indonesia - EU CEPA berjudul "Merebut Keuntungan dari Perjanjian Transformatif" selama webinar pada tanggal 6 Mei 2021.
ARISE+ Indonesia yang didanai Uni Eropa, di bawah naungan Bappenas (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional), menugaskan CSIS untuk menilai dampak I-EU CEPA pada indikator perdagangan, ekonomi dan sosial di Indonesia. Studi ini telah dikembangkan melalui konsultasi erat dengan Kementerian Perdagangan, beberapa kementerian lain, lembaga pemerintah dan organisasi sektor swasta.
Menteri Perdagangan, H.E. Muhammad Lutfi, menyampaikan persentasi tentang pentingnya pasar Uni Eropa bagi perekonomian Indonesia. Mendag kemudian mencuit, "CEPA I-EU tidak hanya berpotensi meningkatkan akses pasar barang dan jasa Indonesia di Uni Eropa tetapi juga berpotensi berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19".
I-EU CEPA juga akan berdampak positif bagi perekonomian Eropa, seperti yang disampaikan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, H.E. Vincent Piket, dalam sambutan pembukaannya.
Duta Besar Uni Eropa dan Menteri Perdagangan menyatakan keinginan untuk memulai kembali negosiasi setelah terhenti sebagian pada tahun lalu karena pandemi, dengan maksud untuk menyelesaikan kesepakatan pada akhir tahun ini.
Dandy Rafitrandi, Peneliti Senior CSIS, mempresentasikan hasil penelitian yang dilanjutkan dengan diskusi panel yang dimoderatori oleh Fajar B Hirawan, Peneliti Senior CSIS. Panelis terdiri dari pejabat tinggi publik dan perwakilan sektor swasta, yaitu:
- Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerjasama Internasional Bappenas, PN Laksmi Kusumawati;
- Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan, Ni Made Ayu Marthini;
- Kepala Urusan Perdagangan dan Ekonomi Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Marika Jakas;
- Penasihat Khusus Bidang Perindustrian dan Perdagangan Internasional Kementerian Keuangan, Kiki Verico;
- Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Shinta Kamdani;
- dan Wakil Ketua EuroCham di Indonesia, Wichard von Harrach.
Para panelis optimis bahwa I-EU CEPA akan menguntungkan perekonomian Indonesia dan Eropa dalam jangka panjang.
Dalam sambutan penutup, Deputi Bidang Perekonomian Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, kembali menegaskan bahwa I-EU CEPA dapat menjadi salah satu penggerak reformasi dan pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi.
Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi CSIS, menutup webinar dengan mengucapkan terima kasih kepada Bappenas, Kementerian Perdagangan, dan Uni Eropa atas dukungan luar biasa mereka selama pengembangan studi.
Webinar terbuka untuk umum dan disiarkan secara langsung melalui Zoom dan channel YouTube CSIS Indonesia.