Bantuan Teknis II

Peran penting metrologi dalam menjaga akurasi pengukuran dan memastikan presisi di berbagai bidang tidak dapat dilebih-lebihkan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Deputi Bidang Standar Pengukuran Nasional (SNSU) Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerjasama dengan ARISE+ Indonesia mengadakan serangkaian pelatihan komprehensif yang berfokus pada metrologi. Pelatihan yang dijadwalkan pada Juli hingga November 2023 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas para ahli metrologi di lingkungan instansi tersebut.
Program pelatihan komprehensif mencakup empat topik umum yang dirancang untuk semua staf SNSU BSN, selain lima mata pelajaran teknis khusus yang disesuaikan dengan peserta dari laboratorium terkait. Dimulai pada 31 Juli 2023, program pelatihan dimulai dengan eksplorasi mendalam tentang teori dasar metrologi. Selama enam hari, sesi pelatihan setengah hari disampaikan secara online. Dilanjutkan dengan sesi pelatihan seri kedua yang berfokus pada manajemen mutu, yang juga dijadwalkan dalam format online setengah hari pada 11-21 Agustus 2023. Dua topik umum lainnya, manajemen sumber daya manusia dan statistik, rencananya akan diambil terjadi antara Agustus dan Oktober 2023.
Modul khusus mencakup area seperti getaran, massa (bobot mati), gaya dan torsi, frekuensi radio, dan geodetik. Disesuaikan untuk peserta dari laboratorium terkait, setiap modul membekali mereka dengan keterampilan yang tepat yang diperlukan untuk bidang khusus mereka. Melengkapi kursus teori online, pelatihan praktis akan diselenggarakan di laboratorium dengan bimbingan para ahli.
Dimulainya pelatihan ditandai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Wakil Kepala BSN Bidang SNSU, Y. Kristianto Widiwardono. Berbicara kepada para peserta, Bapak Kristianto menekankan hubungan integral antara metrologi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dia menyoroti bahwa seiring kemajuan teknologi, permintaan akan pengukuran yang tepat meningkat untuk menjamin akurasi. Dia juga menggarisbawahi peran penting metrologi dalam infrastruktur kualitas nasional.
Mr Kristianto menyatakan, "Metrologi memiliki makna multifaset, termasuk melindungi konsumen kami dalam perdagangan dan perawatan kesehatan."
Mengakui tantangan yang ditimbulkan oleh format virtual, Bapak Kristianto mendorong peserta untuk secara aktif terlibat dalam pelatihan, menekankan pentingnya interaksi untuk pembelajaran yang efektif. Beliau menekankan bahwa pelatihan tersebut dapat sangat memperluas pengetahuan staf SNSU BSN di bidang metrologi.
Sesi pelatihan difasilitasi oleh pakar senior ARISE+ Indonesia, Dr Wynand Louw, dari Institut Metrologi Nasional Afrika Selatan. Dr Louw memberikan wawasan dan keahlian yang berharga kepada para peserta, mendorong pertukaran pengetahuan global.
Nurul Alfiyati, seorang Metrolog di Laboratorium Pengukuran Panjang, dengan antusias membagikan wawasannya setelah mengikuti pelatihan. Ia menggarisbawahi betapa pentingnya pelatihan tersebut tidak hanya untuk pertumbuhan pribadinya tetapi juga untuk kemajuan SNSU BSN, yang memegang peran penting sebagai lembaga tertinggi dalam metrologi nasional. Menimbang hal tersebut, Nurul menekankan bahwa ahli metrologi di SNSU BSN memiliki tugas untuk memberikan analisis yang cermat, menyeluruh, dan akurat.
Nurul menjelaskan, “Pelatihan yang difasilitasi oleh ARISE+ Indonesia ini sangat berharga, terutama karena disampaikan langsung oleh Dr Louw, yang memegang peran terhormat sebagai Presiden CIPM. Materi yang disampaikannya sangat memperkaya pemahaman kami, khususnya mengenai kemajuan metrologi internasional. Saya yakin bahwa pelatihan ini akan meningkatkan pengetahuan dan keahlian kami, sehingga meningkatkan kualitas analisis kami. Sebagai hasilnya, kami akan lebih siap untuk menyebarluaskan pengetahuan dan memberikan layanan teladan ke laboratorium di seluruh Indonesia."