Bantuan Teknis I
Perwakilan dari 17 Komunitas Perlindungan Indikasi Geografis (MPIGs) mengikuti workshop selama dua hari di Jakarta pada 23-24 Mei 2022. Pelatihan sensitisasi tersebut dilakukan menyusul keikutsertaan MPIGs dalam ajang promosi expo F+B Indonesia, 18-21 Mei 2022, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pada hari pertama pelatihan, para pakar ARISE+ Indonesia menyampaikan presentasi yang membahas tentang GI Branding and Marketing, Traceability, Internal Control Plan, External Audit dan NGICS.
Pejabat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen Kekayaan Intelektual) dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) hadir dan berpartisipasi dalam sesi diskusi.
Chef selebriti yang kini dengan bangga mempromosikan GI Indonesia, Chef Bara Pattiradjawane, dan aktivis brand lokal, Arto Biantoro, juga menjadi pembicara dalam pelatihan tersebut.
Pada pelatihan hari kedua, MPIG mengunjungi beberapa pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan calon pembeli dan mitra sebagai bagian dari fasilitasi market linkages. Acara diakhiri dengan kunjungan ke Inaexport center di Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, dimana mereka diterima oleh Direktur Kerjasama Ekspor, Ibu Ni Made Ayu Marthini. Direktur menekankan pentingnya mengembangkan ekspor GI Indonesia untuk memasuki segmen pasar kelas atas terutama di Eropa, di mana produk GI biasanya mendapatkan harga premium.
Menurut pakar ARISE+ Indonesia untuk Branding dan Promosi Indikasi Geografis, Nurmala Martin, ARISE+ Indonesia bekerja sama dengan Ditjen PEN dan DGNED telah mempromosikan 18 produk IG Indonesia melalui saluran online dan offline sejak 2019, termasuk Terra Madre Salone Del Gusto di Italy 2020, Trade Expo Indonesia 2021, Expo 2022 Dubai, Alimentaria Barcelona 2022 Spanyol dan yang terbaru Food+Beverage Indonesia.
"Ini akan membangun kapasitas dan pengetahuan MPIG tentang kepekaan tren pasar saat ini dan akses pasar," kata Nurmala.