Bantuan Teknis I
Indikasi Geografis (IG) adalah merek yang dilindungi yang proposisi nilainya didasarkan pada kualitas luar biasa dan karakteristik unik. Reputasi produk tersebut terkait dengan asal geografisnya. IG juga menyiratkan proses sertifikasi yang menjamin bahwa produk telah diproduksi sesuai dengan persyaratan dan standar kualitas tertentu. Saat membeli produk GI, konsumen mengharapkan janji merek GI. Bagaimana produsen dapat menjamin dan memenuhi janji merek mereka? Bagaimana mereka bisa memastikan kualitas dan keaslian produk mereka, terutama ketika konsumen sudah membayar harga premium karena nilai tambah GI? Di sinilah rencana pengendalian internal dan ketertelusuran diterapkan.
Pakar Rencana Pengendalian Intern ARISE+ Indonesia Muhammad Rifan Rahmatulloh mengingatkan Komunitas Pemegang Hak GI (MPIG) bahwa pekerjaan tidak berhenti dengan mendapatkan sertifikat. MPIG bertanggung jawab untuk memberikan kualitas dan standar yang konsisten.
Untuk memberdayakan Masyarakat Pemegang Hak Indikasi Geografis (MPIG) dalam memberikan jaminan kualitas dan keaslian produknya, ARISE+ Indonesia di bawah naungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJIP), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), mendukung tiga MPIG untuk memperkuat kapasitas mereka dalam rencana pengendalian internal, dan menyiapkan sistem ketertelusuran. Tiga MPIG - Kopi Arabika Gayo, Gula Kelapa Kulon Progo Jogja, dan Garam Amed Bali - dipilih untuk proyek percontohan pada akhir tahun 2021.
Mereka mengikuti pelatihan untuk menyusun rencana pengendalian internal dan memperkuat auditor internal. Survei lapangan dilakukan untuk mengembangkan database produsen, pengolah, dan pengumpul di sepanjang rantai nilai mereka untuk membangun sistem ketertelusuran menggunakan aplikasi berbasis web.
Traceability adalah kemampuan untuk menelusuri semua proses dari produksi sampai ke konsumen. Ketertelusuran menawarkan transparansi di sepanjang rantai nilai dan jaminan kualitas produk GI kepada konsumen. Ketertelusuran merupakan bagian dari pelaksanaan pengendalian internal.
Bapak Rifan yang menyampaikan pelatihan tersebut menyoroti pentingnya penerapan pengendalian internal untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi yang terdaftar di GI, sehingga menjamin kualitas produk GI.
“Indikasi Geografis akan selalu dilindungi selama reputasi, kualitas dan karakteristik yang terdaftar dalam sertifikasi tetap terjaga,” kata Rifan.
Indra Mahendra, Koordinator Pemasaran dan Promosi MPIG Garam Bali Amed, mengatakan sistem ketertelusuran menguntungkan petani garam dan organisasi koperasi mereka.
“Dari aspek manajemen, sistem traceability memungkinkan kami untuk melacak persediaan dan memantau tanggal dan lokasi produksi,” kata Indra.
Ia menambahkan, sistem ketertelusuran QR Code juga meningkatkan layanan konsumen dengan memberikan jaminan kualitas dan keaslian, sehingga menarik lebih banyak konsumen. Kode QR yang dipindai akan mengarahkan konsumen ke situs web di mana mereka dapat melihat petani yang memproduksinya, lokasi GPS, tanggal produksi, dan kisah Garam Bali Amed.
“Kami menerima repeat order dari konsumen yang merasa lebih terjamin dengan sistem traceability yang kami terapkan,” kata Indra.
Mengingat pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan MPIG dan manfaat penerapan sistem ketertelusuran, ARISE+ Indonesia meningkatkan dukungan ke empat MPIG lainnya, yaitu Muntok Lada Putih, Kakao Berau, Kopi Arabika Flores Bajawa, dan Kopi Arabika Flores Manggarai . Serangkaian pelatihan tentang rencana pengendalian internal, auditor internal dan ketertelusuran telah dilakukan dari Juni hingga Juli 2022. Pengembangan sistem ketertelusuran dilakukan dengan masukan teknis dari Koltiva, sebuah perusahaan jasa berteknologi yang mendukung produsen dalam mendigitalkan rantai pasokan mereka.
M. Khodim, Koordinator Pemasaran MPIG Berau Cacao mengatakan, pengembangan sistem traceability untuk Kakao Berau masih berlangsung, dan uji coba implementasi diharapkan dapat dilakukan setelah masa panen pada akhir tahun.
“Kami sudah memiliki sistem pengendalian internal, tetapi pelatihan dari ARISE+ Indonesia memberdayakan kami untuk mengimplementasikan rencana pengendalian internal kami secara teratur di masa depan,” kata Khodim.