Bantuan Teknis I

Pemerintah Indonesia bersiap mengembangkan sistem pengawasan pasar untuk produk non-pangan yang disebut Sistem Informasi Pertukaran Cepat Indonesia (INRAPEX). Pengembangan INRAPEX yang didukung oleh ARISE+ Indonesia menegaskan kembali komitmen Pemerintah terhadap upaya perlindungan konsumen dan peningkatan daya saing produk Indonesia.
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Kepatuhan Perdagangan (Ditjen CPTC), Kementerian Perdagangan, memulai persiapan tahun lalu dengan menyelenggarakan dua lokakarya untuk benchmark dan pengembangan model INRAPEX, dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia. Dukungan berkelanjutan yang diberikan dengan membantu Direktorat Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa di bawah Ditjen CPTC sebagai National Contact Point INRAPEX dalam menyelenggarakan tiga seri lokakarya untuk membahas tiga topik penting untuk pengoperasian sistem INRAPEX, diikuti dengan pengembangan INRAPEX situs web.
Menyampaikan sambutan pembukaan, Direktur Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa, Bapak Khakim Kudiarto, menyampaikan apresiasi kepada ARISE+ Indonesia yang telah mendukung pengembangan INRAPEX. Ia mendorong para peserta untuk aktif terlibat dalam diskusi karena topik-topik tersebut akan bermanfaat bagi perkembangan INRAPEX.
“Workshop ini memberikan kesempatan bagi kami untuk mendapatkan wawasan yang bermanfaat dari para ahli, yang dapat kami gunakan untuk menginformasikan perkembangan INRAPEX setelah penyesuaian dengan budaya kami,” kata Khakim.
Pejabat pada direktorat di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Kepatuhan Perdagangan, antara lain Direktorat Pemberdayaan Konsumen, Direktorat Pengawasan Standar dan Mutu, Direktorat Metrologi, Direktorat Tata Niaga, dan Direktorat Pengawasan Barang dan Penyaluran Jasa (PPBJ) menghadiri lokakarya secara langsung.
Workshop ini dikoordinasikan oleh Ahli Utama ARISE+ Indonesia untuk Infrastruktur Kualitas Ekspor, Carsten Kudhal, dan difasilitasi oleh ahli ARISE+ Indonesia untuk keamanan produk dan pengawasan pasar, Torben Rahbek, dan dibantu oleh Ahli Senior EQI ARISE+ Indonesia, Arief Safari.
Workshop seri pertama diadakan pada 27-28 September 2022 dengan mempresentasikan Pendekatan Uni Eropa untuk Penilaian Risiko untuk Produk Non-Makanan. Usai pemaparan, Bapak Rahbek memfasilitasi para peserta untuk melakukan latihan.
Rangkaian workshop kedua, pada 30 September 2022, mempertemukan petugas Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa yang bertanggung jawab atas pengoperasian National Contact Point (NCP) untuk membahas dan menjalankan prosedur kantor pusat dalam mengelola situs web INRAPEX.
Seri workshop terakhir diadakan pada 4-5 Oktober 2022, bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik untuk pengawasan pasar non-makanan sebagai benchmarking dan mengumpulkan masukan untuk sistem INRAPEX yang akan datang.
Salah satu peserta, Dedy Afandi, Petugas Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa, mengatakan workshop ini telah memperkaya pengetahuannya tentang pengelolaan sistem INRAPEX, terutama wawasan yang bermanfaat tentang indeks kepatuhan kualitas untuk mendukung kinerja tugas kerjanya.
Senada dengan itu, Rio, Officer Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa, mengatakan workshop ini bermanfaat dalam menginformasikan proses perubahan peraturan saat ini untuk menyempurnakan peraturan tentang Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa.
Direktorat Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa, bekerjasama dengan ARISE+ Indonesia, mengembangkan website INRAPEX, yang diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan. Sosialisasi dan sosialisasi INRAPEX baru kepada pejabat provinsi akan dilakukan.