Bantuan Teknis II

Trade in Services (TiS) menjadi topik baru bagi Hanum Nareswari selama dua tahun terakhir. Dia baru saja lulus ketika bergabung dengan Direktorat Perundingan Perdagangan Jasa (DPPJ) di Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai Analis Perdagangan pada Februari 2021. Meski sudah terbiasa dengan pekerjaannya, dia masih haus akan pengetahuan untuk mengikuti kecepatan. Oleh karena itu, ia sangat bersemangat ketika terpilih untuk mengikuti pelatihan khusus analisis perdagangan jasa yang diselenggarakan oleh DPPJ dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia.
Kursus komprehensif terdiri dari tiga set lokakarya. Selain pelatihan, ARISE+ Indonesia juga memfasilitasi analisis komprehensif terhadap enam sektor jasa yang memberikan gambaran tentang sektor jasa terpilih dan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Peserta pelatihan memberikan kontribusi terhadap laporan tersebut melalui penugasan kelompok kerja dan pendampingan. Keenam sektor jasa terpilih adalah sektor pendidikan tinggi, sektor jasa profesi, sektor angkutan laut, sektor jasa lingkungan, sektor jasa komputer, dan sektor jasa permainan dan animasi.
Program peningkatan kapasitas bertujuan untuk memperkuat kapasitas analitis analis perdagangan dan negosiator perdagangan Kemenhub untuk mengevaluasi dampak perubahan kebijakan dalam perdagangan jasa, sehingga meningkatkan kapasitas Indonesia untuk menegosiasikan CEPA UE-Indonesia.
Kegiatan peningkatan kapasitas Kemenhub dipimpin oleh ARISE+ Pakar Senior Perdagangan dan Investasi Indonesia Widdi Mugijayani dan dilaksanakan bekerja sama dengan International Economics Consulting (IEC) yang dipimpin oleh Paul Baker.
Hanum merasa bersyukur telah mengikuti tiga workshop pelatihan berwawasan tersebut. Dalam lokakarya pertama pada 6-10 Juni 2022, Hanum mempelajari gambaran dan kerangka kerja komprehensif tentang perdagangan jasa baik dari perspektif ekonomi maupun hukum di tingkat multilateral dan bilateral.
“Pelatihan ini membantu saya memperdalam ilmu teori yang penting untuk meletakkan dasar yang kuat,” kata Hanum.
Lokakarya kedua pada 21-24 Juni 2022 memberikan pemahaman dan keterampilan kepada Hanum untuk menganalisis dan menginterpretasikan data perdagangan jasa internasional, termasuk kategorisasi dan sumber statistik TiS, metode analisis dan indeks untuk analisis TiS, TiS dalam hubungannya dengan GVC, dan mengukur dampak perjanjian TiS.
Sebagai Analis Perdagangan, tugas Hanum antara lain berkontribusi pada dokumen negosiasi dan menyiapkan analisis teks posisi negosiasi Indonesia. Pelaksanaan tugasnya melibatkan pencarian data dan membuat analisis. Sebelum pelatihan, Hanum hanya bisa memberikan perbandingan data sederhana. Selain itu, menemukan sumber data untuk perdagangan jasa membutuhkan banyak pekerjaan untuknya karena datanya tidak tersedia. Oleh karena itu, wawasan yang diperoleh dari lokakarya tentang pengumpulan dan analisis data perdagangan jasa sangat berharga dan paling relevan untuk memudahkan pelaksanaan tugasnya sehari-hari.
“Sekarang saya tahu di mana dan bagaimana menemukan sumber data untuk perdagangan jasa secara efisien dan bagaimana menyusun analisis yang lebih rumit,” kata Hanum.
Setelah lokakarya kedua, para peserta dibagi menjadi enam kelompok kerja dan ditugaskan untuk membuat analisis terhadap enam sektor jasa yang akan dipresentasikan pada lokakarya ketiga. Hanum bersama empat rekan pelatihannya, salah satunya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, ditugaskan menganalisis sektor pendidikan tinggi yang dibimbing oleh Ibu Widdi.
Lima kelompok kerja lainnya dibimbing oleh Paul Baker, Pablo Quiles, Zahra Beeharry, Loan Thi Hong Le, Ria Roy, dan Smita Bheenick, tim Konsultan Ekonomi Internasional di seluruh dunia.
Lokakarya ketiga, pada 28 November - 1 Desember 2022, memberikan kesempatan kepada kelompok kerja peserta untuk mempresentasikan laporan analisis mereka terhadap enam sektor terpilih. Para pelatih juga membahas pendekatan untuk negosiasi perdagangan jasa oleh UE dalam perjanjian perdagangan sebelumnya dan langkah ke depan untuk mempersiapkan negosiasi CEPA dengan UE di enam sektor jasa ini.
Penugasan kelompok kerja dan lokakarya akhir telah memperkaya pengetahuan Hanum tentang perdagangan jasa dan meningkatkan keterampilannya dalam mengumpulkan data, melakukan analisis, menyusun laporan, dan menyampaikan presentasi. Hanum menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya kepada ARISE+ Indonesia dan tim pelatih atas peningkatan kapasitas, penyampaian pelatihan yang sangat baik, dan pendampingan yang mendukung.
“Saya berharap peningkatan kemampuan analisis saya dapat mendukung persiapan negosiasi perdagangan jasa yang lebih baik untuk memajukan perdagangan jasa Indonesia,” ujar Hanum dengan nada penuh harap.
