Kegiatan

Bantuan Teknis I

Bagi Harmoko dan Astika Tresnawati, pelatihan Uji Kecakapan Residu Pestisida yang difasilitasi oleh ARISE+ Indonesia, 15-25 November 2022, sangat membuka mata. Mereka mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama pelatihan membuat mereka lebih pandai dalam mengatasi tantangan yang mereka hadapi saat menjalankan tugas mereka.

Sebagai Koordinator Teknis Laboratorium Penguji Kimia dan Mikrobiologi pada Balai Pengujian Mutu Barang (BPMB) di bawah Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu Kementerian Perdagangan, Harmoko bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan kegiatan laboratorium untuk memastikan kebenarannya. dan akurasi metode dan hasil tes. Namun, menganalisis sampel matriks kompleks dari produk ekspor Indonesia, seperti biji kopi, lada, teh, tembakau, dan kayu manis, yang sering ditolak oleh negara pengimpor karena kontaminan dan residu pestisida, dapat menjadi tantangan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat dalam memperkuat pemahaman teori dan keterampilan praktis kami untuk menyelesaikan tantangan pengujian dan analisis,” kata Harmoko.

Senada dengan Astika, Petugas Penjaminan Mutu Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Kementerian Perdagangan. Dia memuji penyampaian pelatihan yang penuh semangat oleh Profesor Amadeo Rodriguez Fernández-Alba, Kepala Laboratorium Referensi Eropa untuk Residu Pestisida dalam Buah dan Sayuran, yang bermurah hati dengan pengetahuannya dan memastikan semua peserta pelatihan memahami semua materi.

“Kami mendapat banyak insight dan pengetahuan baru untuk mengolah data, mengkaji kualitas data untuk memastikan keberterimaan data di negara tujuan ekspor Indonesia,” ujar Astika.

Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Kementerian Perdagangan, Rr. Dyah Palupi mengapresiasi dan memuji upaya Prof Amadeo yang bekerja ekstra untuk mendukung peningkatan kapasitas BPMB sebagai Laboratorium Rujukan Nasional Indonesia untuk pengujian pestisida pada buah dan sayuran.

Dalam sambutannya beliau menggarisbawahi pentingnya pelatihan bagi BPMB karena sebagai Laboratorium Rujukan Nasional, BPMB bertanggung jawab mengelola 24 laboratorium dalam jaringan Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, agar memiliki kompetensi yang setara dalam melakukan analisis.

Pelatihan ini juga diikuti dengan antusias secara daring oleh 70 teknisi laboratorium dan analis dalam jaringan direktorat.

“Kami berterima kasih kepada ARISE+ Indonesia dan Prof Amadeo atas dukungan yang luar biasa. Rekomendasi Prof Amadeo untuk Program Proficiency Testing (PT) kami akan dianggap sebagai masukan yang berharga untuk meningkatkan kualitas hasil PT kami,” kata Ms Dyah.

Beliau juga mendorong timnya untuk memberikan pikiran dan energi total untuk menyelesaikan semua tantangan dengan peningkatan kapasitas untuk memajukan BPMB sebagai Laboratorium Rujukan Nasional.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter