Bantuan Teknis II

Di bawah naungan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Pertanian, ARISE+ Indonesia telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas penyuluh, petani, usaha kecil menengah (UKM), dan eksportir di bidang rempah-rempah, khususnya yang memiliki sertifikasi Indikasi Geografis (IG). Ini akan memfasilitasi kepatuhan mereka terhadap standar keamanan pangan internasional, termasuk Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), di industri rempah-rempah.
Sesi pelatihan Implementasi Persyaratan HACCP untuk Muntok White Pepper berlangsung antara 13-16 Juni 2023 di Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang manajemen dan sertifikasi HACCP, mempersiapkan mereka untuk audit sertifikasi HACCP yang dijadwalkan pada Desember 2023.
Pakar Senior Jaminan Kualitas dan Keamanan Pangan ARISE+ Indonesia, Nurdiansyah Yusup, memimpin pelatihan, didukung oleh Pakar Senior Kualitas Ekspor ARISE+ Indonesia, Arief Safari. Mereka memberikan kuliah komprehensif tentang implementasi HACCP, setelah itu para peserta diberikan tugas untuk mengembangkan dokumen HACCP.
Pada hari kedua, pelatihan diperluas dengan melibatkan 30 petani dari kelompok tani Tani Makmur. Diskusi berkisar pada buku panduan berjudul "Quality Handling for White Pepper". Publikasi ini, hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan ARISE+ Indonesia, memberikan peta jalan yang terperinci untuk menerapkan Good Handling Practices (GHP) dan HACCP yang dirancang khusus untuk lada putih.
Shinta Rulyantie, Sub Koordinator Penyuluh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung mengapresiasi pelatihan tersebut. “Kami berterima kasih atas fasilitasi pelatihan yang sangat dibutuhkan oleh ARISE+ Indonesia ini untuk mengatasi tantangan kualitas dan standar ekspor. Ke depan, kami akan berbagi materi pelatihan dengan seluruh petani lada di Bangka Belitung untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian. Semoga lada kita produk akan segera memenuhi sasaran, meningkatkan ekspor kita."
Anggota Kelompok Tani Tani Makmur, Budi, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang HACCP yang didapat dari pelatihan tersebut.
Ia berencana menerapkan HACCP secara bertahap, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas produk ladanya. Selain itu, Budi menganjurkan dinas pertanian setempat untuk terus melakukan sharing training sehingga kualitas lada muntok meningkat secara keseluruhan. “Saya berharap dinas pertanian setempat terus mensosialisasikan pelatihan ini agar semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya,” kata Budi.
Senada dengan itu, Hatami Nugraha, CEO salah satu perusahaan ekspor rempah-rempah di Bangka, mengungkapkan kepuasannya atas pelatihan tersebut. “Kami sangat senang menerima pelatihan HACCP ini karena kami belum pernah mengikutinya. Ini merupakan pelengkap yang sangat positif bagi upaya kami mengembalikan kejayaan lada putih di Bangka. Terima kasih banyak ARISE+ Indonesia atas dukungannya,” dia berkata.
Program ini diperluas dengan pelatihan bagi Koerintji Cinnamon bersertifikat IG dari tanggal 20-22 Juni 2023 di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Menurut Arief Safari, ARISE+ Indonesia berkomitmen untuk merancang program peningkatan kapasitas yang komprehensif yang melengkapi kegiatan Area Prioritas lainnya dalam ARISE+ Indonesia untuk memaksimalkan hasilnya. Dia mencatat, "Program pelatihan HACCP, yang ditargetkan pada sektor rempah-rempah bersertifikat Indikasi Geografis (GI), memiliki tujuan multi-aspek. Tidak hanya berupaya untuk meningkatkan kualitas rempah-rempah bersertifikat GI Indonesia, tetapi juga membantu para pemangku kepentingan di Indonesia Infrastruktur Kualitas Ekspor dengan meningkatkan kepatuhannya terhadap standar dan peraturan internasional, serta berperan sebagai kontributor dalam inisiatif 'Indonesia Spice Up the World' yang diluncurkan oleh pemerintah."