Kegiatan

Bantuan Teknis II

Industri farmasi dan kesehatan berkembang pesat di Indonesia, yang menghadirkan permintaan bahan baku yang sesuai untuk menghasilkan produk ini. Namun, 95% bahan baku tersebut masih diimpor. Meskipun situasi ini menghambat perkembangan industri farmasi di Indonesia, namun pada saat yang sama juga menciptakan peluang yang menjanjikan untuk berinvestasi di industri bahan baku.

Oleh karena itu, Kementerian Investasi, dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia, menyelenggarakan pertemuan investasi pada tanggal 14 Februari yang didedikasikan untuk sektor kesehatan dan farmasi, mengundang direktur utama dan perwakilan senior lainnya dari perusahaan Eropa, kedutaan, organisasi perdagangan dan investasi, juga seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Acara ini bertujuan untuk menyajikan peluang investasi utama Indonesia di sektor farmasi dan kesehatan dan menumbuhkan saling pengertian yang lebih baik tentang bagaimana investasi Eropa dapat dimobilisasi dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan ekosistem kesehatan dan farmasi Indonesia.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Indra Darmawan menggarisbawahi potensi investasi yang menjanjikan di industri kesehatan dan farmasi yang memberikan pertumbuhan dan stabilitas jangka panjang.

“Industri farmasi dan kesehatan relatif stabil dan tangguh, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat meningkatnya permintaan,” kata Indra.

Menurut Bapak Indra, realisasi Penanaman Modal Asing untuk industri kimia dan farmasi menduduki peringkat ketiga dengan nilai US$ 4,5 miliar pada tahun 2022. Sementara itu, negara-negara Uni Eropa tetap menjadi investor terbesar di industri farmasi dan investor ke-8 dalam pelayanan kesehatan.

Dalam pertemuan itu, Wakil Menteri Perekonomian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Amalia Adininggar Widyasanti, menyoroti arah rencana pembangunan Indonesia 20 tahun ke depan, dengan fokus pada pengembangan industri dengan farmasi dan kesehatan sebagai sektor prioritas.

Ibu Amalia memuji kerja keras Kementerian Investasi dalam melaksanakan reformasi yang bertujuan untuk memperbaiki iklim investasi, termasuk penyederhanaan peraturan dan pengurangan rintangan birokrasi, untuk menjadikan Indonesia tujuan yang menjanjikan untuk investasi manufaktur.

Ms Amalia mengatakan bahwa dengan sumber daya alam yang besar, pasar konsumen yang besar, dan tenaga kerja muda dan terampil, Indonesia menghadirkan peluang yang signifikan untuk investasi di bidang farmasi dan kesehatan, termasuk bahan kimia canggih, produksi bahan baku dan peralatan medis berteknologi tinggi.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter