Kegiatan

Bantuan Teknis I

Keberhasilan pengembangan terobosan Sistem Manajemen Kasus (CMS) oleh ARISE+ Indonesia, bekerja sama dengan Koltiva, berfungsi sebagai tonggak penting untuk investigasi perdagangan. Alat inovatif ini, yang dirancang untuk mendukung Kementerian Perdagangan dalam merampingkan dan mengelola proses investigasi perdagangan secara efektif, merupakan perintis sebagai sistem investigasi pemulihan perdagangan pertama di Asia Tenggara.

Mengikuti perkembangannya, demonstrasi dan uji coba dilakukan kepada para pemangku kepentingan, antara lain Komite Anti Dumping Indonesia (KADI), Komite Pengamanan Indonesia (KPPI), Direktorat Pertahanan Perdagangan (DPP) Kementerian Perdagangan, industri dan firma hukum. Tujuan dari sesi ini adalah untuk mengumpulkan wawasan dan umpan balik untuk menyempurnakan sistem lebih lanjut. Koltiva akan memberikan dukungan pemeliharaan selama dua belas bulan untuk memastikan fungsionalitas sistem yang optimal.

Untuk memastikan kemahiran dalam penggunaan CMS, sesi pelatihan pengguna intensif dilakukan pada 15-17 Mei 2023 untuk KADI, KPPI dan DPP, dan pada 19 Mei 2023 untuk sektor swasta. Sesi pelatihan ini diharapkan dapat memfasilitasi penerapan CMS secara maksimal di berbagai sektor.

CMS, salah satu hasil penting dari Technical Assistance I, secara resmi diserahkan kepada KADI pada Acara Diseminasi Hasil Program ARISE+ Indonesia pada 17 Mei 2023 di Jakarta.

Donna Gultom, Ketua KADI, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada ARISE+ Indonesia. "Sistem Manajemen Kasus adalah solusi pengubah permainan yang tidak diragukan lagi akan meningkatkan efisiensi dan transparansi investigasi perdagangan kami. Alat tersebut akan benar-benar merevolusi pendekatan kami terhadap investigasi," catatnya.

Diawasi oleh Marius Bordalba, Pakar Pemulihan Perdagangan ARISE+ Indonesia, pengembangan CMS melibatkan konsultasi ekstensif dengan pejabat Kementerian Perdagangan dan sektor swasta, memastikan CMS secara efektif memenuhi kebutuhan mereka.

Dirancang untuk mengatasi tantangan tradisional dalam investigasi perdagangan, seperti dokumentasi yang tersebar, biaya pengiriman yang tinggi, masalah transparansi, proses yang memakan waktu, dan basis data terdesentralisasi, CMS mengintegrasikan fitur-fitur ini ke dalam platform digital yang inovatif dan mudah digunakan.

CMS yang baru dikembangkan mencakup beberapa fitur canggih yang dimaksudkan untuk mengoptimalkan proses investigasi perdagangan. Ini termasuk Sistem Manajemen Kasus terpadu, Sistem Pengarsipan Kasus terintegrasi, Template Berbasis Dokumen, fitur E-notifikasi, saluran Pesan terpadu, dan fitur Konfigurasi Sistem untuk penyesuaian sistem.

Akmal Musaddad, Trade Investigator di KADI yang berkontribusi dalam proses pengembangan CMS, mengungkapkan kegembiraannya atas penyelesaian sistem tersebut. "Kami sangat bangga dan merasa antusias dengan sistem baru ini yang akan mendukung dan merampingkan pelaksanaan penyelidikan antidumping dan antisubsidi," katanya.

Bayu Maulana, perwakilan dari industri baja, memuji ARISE+ Indonesia dan KADI atas pengembangan CMS yang inovatif. “Kami mengantisipasi CMS yang baru akan memfasilitasi industri dalam negeri dalam mengajukan pengaduan antidumping dan subsidi, sehingga memperkuat langkah-langkah pertahanan perdagangan Indonesia,” katanya.

Senada dengan itu, Putri, perwakilan dari salah satu firma hukum yang hadir. Dia menyatakan optimisme bahwa CMS baru akan meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, mengurangi risiko kesalahan karena penanganan dokumen manual, dan meningkatkan transparansi investigasi anti-dumping.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter