23 Februari 2024 - Bantuan Teknis II
Keikutsertaan Tanti Harlianti, Perencana Kebijakan Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Jawa Barat, dalam Lokakarya Penajaman Pengukuran Indeks Ekonomi Biru Indonesia (IBEI) merupakan sebuah kesempatan yang tepat. Lokakarya yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan dukungan ARISE+ Indonesia pada tanggal 15-16 Februari 2024 ini sangat relevan karena Bappeda Jawa Barat sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah tahun 2025-2030. . “Undangan ini memberikan kesempatan berharga bagi kami untuk mengintegrasikan ekonomi biru ke dalam perencanaan pembangunan Jawa Barat untuk mendorong transformasi ekonomi,” kata Tanti.
Jawa Barat, yang 30% wilayahnya merupakan wilayah laut, memiliki potensi besar dalam memanfaatkan ekonomi biru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan. Komitmen pemerintah provinsi untuk memprioritaskan ekonomi biru sejalan dengan tujuan pembangunan nasional, dimana ekonomi biru dianggap sebagai sektor utama.
“Pada workshop IBEI, kami membahas indikator-indikator penilaian kinerja Ekonomi Biru khususnya di daerah,” kata Tanti yang membawahi perencanaan sektor perikanan dan kelautan.
Tanti mengapresiasi alat ukur Ekonomi Biru yang dikembangkan Bappenas bekerja sama dengan ARISE+ Indonesia karena bersifat komprehensif karena melibatkan lintas sektor seperti aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Tanti mengatakan, indikator tersebut memungkinkan daerah tanpa laut untuk menerapkan prinsip ekonomi biru melalui sektor perikanan darat.
Meski demikian, Tanti menegaskan masih perlu penyempurnaan dan penyesuaian lebih lanjut terhadap indikator-indikator yang mencerminkan karakteristik daerah. “Nilai indikatornya harus disesuaikan agar lebih akurat dalam menggambarkan kondisi atau kinerja ekonomi biru di kawasan,” imbuhnya.
Saat membuka workshop, Teguh Sambodo, Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Bappenas, menyatakan bahwa workshop IBEI yang ketiga ini bertujuan untuk mensosialisasikan IBEI yang telah disusun Bappenas bekerja sama dengan ARISE+ Indonesia selama kurang lebih satu tahun. kepada pemerintah daerah untuk pengembangan strategi ekonomi biru di daerah ke depan. Lokakarya sosialisasi kedua diadakan pada bulan November 2023, yang bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari kementerian dan lembaga yang digunakan untuk meningkatkan IBEI.
“Meskipun IBEI telah mengukur kemajuan regional secara komprehensif, penyesuaian di masa depan masih diperlukan untuk memastikan kemajuan tersebut tetap relevan dan dapat mencerminkan karakter regional,” kata Teguh.
Lokakarya ini mempertemukan pejabat dari berbagai sektor di Bappenas, perwakilan pemerintah daerah, dan tim Ekonomi Biru ARISE+ Indonesia.
Wahyu Wijayanto, Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Bappenas, menekankan pentingnya lokakarya ini mengingat komitmen Indonesia untuk menerapkan ekonomi biru dan hijau. Komitmen ini menggarisbawahi peran penting ekonomi biru dalam upaya Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan dan transformasi ekonomi yang bertujuan untuk mencapai Visi Indonesia 2045.