Kegiatan

Bantuan Teknis II

Kementerian Investasi/BKPM mengadakan pertemuan pada Senin, 5 Desember untuk membahas kemajuan Rencana Daya Tarik Investasi Indonesia-EU, yang sedang dikembangkan dengan dukungan ARISE+ Indonesia. Pertemuan tersebut dihadiri oleh dua puluh perwakilan dari Bagian Perencanaan dan Promosi Kementerian Investasi/BKPM, serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Berbicara pada pertemuan tersebut, Pakar Senior Kebijakan Perdagangan dan Investasi ARISE+ Indonesia, Daniel Nicholls, dan Pakar Perdagangan/Pengembangan Bisnis, Trio Wisudhanto, mempresentasikan temuan sektoral dan tematik sementara yang muncul dari lebih dari 30 konsultasi pemangku kepentingan yang dilakukan hingga saat ini oleh ARISE+ Indonesia . Temuan ini mencakup peluang investasi jangka pendek dan jangka panjang yang dianggap menarik dan layak dilakukan oleh investor selama konsultasi. Temuan-temuan utama dari penilaian kuantitatif sisi pasokan ARISE+ Indonesia juga dipresentasikan dan didiskusikan: penawaran investasi Indonesia yang menjadi tolok ukur ini di sektor-sektor utama dan area tematik dari Rencana Daya Tarik Investasi, yang akan diselesaikan pada tahun 2023.

Rencana Daya Tarik Investasi berfokus pada enam sektor prioritas: Energi Terbarukan, Elektronik & TIK, Perawatan Kesehatan & Farmasi, Otomotif (dengan fokus EV), Transportasi & Logistik, dan Agribisnis & Perikanan. Selain itu, tema lintas sektoral, termasuk ekonomi biru, hijau dan sirkular, teknologi dan digitalisasi, sedang dinilai.

Direktur Kerjasama Ekonomi, Perdagangan dan Investasi Bappenas, P.N Laksmi Kusumawati, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Investasi yang telah menginisiasi koordinasi dan kerjasama antar kementerian untuk mensinergikan rencana investasi.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter