Kegiatan



Pada tanggal 10 dan 11 Desember 2020, pejabat BAPPENAS menghadiri tiga lokakarya untuk membahas dan memperoleh teknik untuk mengembangkan, menulis, dan mempresentasikan ringkasan kebijakan, untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menyampaikan temuan penelitian. Kegiatan ini melengkapi dukungan sebelumnya yang diberikan di bawah ARISE+ Indonesia untuk meningkatkan alat perencanaan dan peramalan makroekonomi dan meningkatkan kapasitas teknis untuk melakukan simulasi dan analisis ekonomi-perdagangan-investasi untuk pada akhirnya memperkuat proses perencanaan pembangunan nasional Indonesia.

“Penyampaian cerita sama pentingnya dengan temuan dan data di baliknya”, kata Soumaya Keynes, jurnalis di The Economist

Alat perencanaan dan peramalan ekonomi makro memungkinkan peneliti BAPPENAS untuk memberi saran kepada pembuat kebijakan berdasarkan bukti yang diambil dari pengamatan dan analisis ekonomi. Namun, untuk menjalankan perannya dengan baik, peneliti harus sering melakukan lebih dari sekadar memberikan fakta. Sebagaimana dijelaskan selama lokakarya pertama, “integrasi bukti ke dalam keputusan kebijakan adalah proses kompleks dari berbagai faktor yang saling bersaing dan terkait, di mana bukti hanyalah salah satunya”.



Keputusan kebijakan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling bersaing dan saling terkait

Selama tiga sesi, peserta belajar bagaimana menyaring sejumlah besar informasi dari sumber yang berbeda untuk memungkinkan para pengambil keputusan memahami dengan mudah dan cepat isu-isu inti, latar belakang, pemangku kepentingan yang terlibat dan tindakan apa yang lebih disukai dan mengapa. Peserta dapat belajar tentang pentingnya menggunakan informasi dan data yang relevan, memahami lima langkah mengembangkan policy brief, mengembangkan story board untuk menyusun pesan dan mengkomunikasikannya secara efektif serta menggunakan informasi yang telah dikumpulkan dan diorganisasikan untuk menulis policy brief. Mereka juga berkesempatan belajar dari praktik terbaik untuk mengomunikasikan kebijakan ekonomi melalui presentasi video oleh penasihat dan komentator kebijakan yang berpengaruh termasuk peraih Nobel Prof. Paul Krugman, akademisi dari University of Oxford, Reading, Manchester, Warwick and Bristol dan jurnalis dari Financial Times dan The Economist. Presentasi dilanjutkan dengan diskusi di antara peserta yang membagikan pengalaman mereka dalam menulis policy brief. Secara khusus mereka menghormati kesaksian dari berbagai pihak.

Lokakarya tersebut dihadiri oleh pejabat dari direktorat di bawah Deputi Bidang Perekonomian, BAPPENAS, yaitu Direktorat Keuangan Negara dan Analisis Moneter, Direktorat Jasa Keuangan dan Badan Usaha Milik Negara, Direktorat Perdagangan, Investasi, dan Kerjasama Ekonomi Internasional, Direktorat Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif. Mereka difasilitasi oleh Alessandro Martinatto, Ahli Perencanaan Perdagangan dan Investasi ARISE+ Indonesia.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter