Kegiatan

Bantuan Teknis II

Kementerian Penanaman Modal (BKPM), bekerja sama dengan ARISE+ Indonesia, saat ini sedang bersiap untuk meluncurkan Rencana Daya Tarik Investasi Indonesia-UE pada semester pertama tahun 2024. Rancangan awal Rencana Strategis ini baru-baru ini menjalani proses konsultasi penting, yang melibatkan sejumlah pihak penting pemangku kepentingan seperti BKPM, Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Kementerian Luar Negeri. Pertemuan terakhir yang diadakan pada tanggal 8 Desember 2023, di kantor BKPM di Jakarta, merupakan forum penting untuk mengumpulkan masukan berharga dari para pemangku kepentingan.

Sri Endang Novitasari, Direktur Promosi Investasi Amerika dan Eropa, menjelaskan tujuan Rencana Tarik Investasi Indonesia-UE. Ibu Endang menekankan bahwa tujuan utama Rencana ini adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas investasi asing langsung (FDI) dari perusahaan-perusahaan Uni Eropa (UE) yang inovatif ke Indonesia.

Menurut Ibu Endang, dalam lima tahun terakhir, BKPM telah mencatat total aliran masuk FDI dari UE sebesar sekitar USD 11,5 miliar, menjadikannya sumber FDI terbesar kelima di Indonesia, dengan kontribusi sebesar 6% dari total FDI. Namun demikian, Endang mencatat bahwa masih ada potensi yang belum dimanfaatkan, mengingat status UE sebagai kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia. Ia menekankan, "Jelas, nilainya masih di bawah potensi UE, itulah sebabnya kami mengembangkan Rencana ini."

Rencana Daya Tarik Investasi Indonesia-UE siap berfungsi sebagai alat yang komprehensif dan berorientasi pada tindakan untuk mengidentifikasi, melibatkan, dan pada akhirnya menarik investor UE, yang mencakup target FDI tradisional (perusahaan multinasional dan usaha kecil dan menengah internasional), serta sumber solusi investasi dan pembiayaan yang lebih baru, termasuk: manajer aset, perusahaan ekuitas swasta dan modal ventura, dana pensiun, bank swasta, dan lembaga keuangan pembangunan (DFI). Segmen prioritas terbagi dalam enam kelompok sektor inti: energi terbarukan, ekosistem kendaraan listrik (EV), layanan kesehatan & farmasi, elektronik & ICT, transportasi & logistik dan agribisnis & perikanan, serta lima bidang tematik lintas sektoral: digitalisasi, teknologi , ekonomi biru, ekonomi sirkular dan hilirisasi.

Draf awal Rencana Daya Tarik Investasi Indonesia-UE disampaikan oleh Daniel Nicholls, Pakar Perdagangan dan Investasi ARISE+ Indonesia. Dalam presentasinya, Bapak Nicholls memberikan gambaran umum mengenai temuan dan struktur Rencana, yang terdiri dari tujuh bagian yang dikembangkan secara bertahap.

Penyusunan Rencana Daya Tarik Investasi Indonesia-UE dimulai dengan 'analisis sisi penawaran' yang komprehensif terhadap lanskap investasi Indonesia, yang mencakup penilaian tematik dan spesifik sektor, dengan melihat daya saing penawaran investasi Indonesia di setiap bidang utama. Hal ini mencakup evaluasi Data Indonesia dan membandingkannya dengan negara-negara lain di ASEAN, serta negara-negara emerging market utama G20 seperti Brasil dan India. Selain itu, konsultasi tatap muka yang mendalam juga diadakan dengan perusahaan-perusahaan Eropa di Indonesia dan ASEAN, serta perusahaan konsultan di Eropa, untuk mengumpulkan wawasan mengenai peluang saat ini dan masa depan dalam lingkungan bisnis yang terus berkembang. Bagian pertama dari rencana ini selesai pada akhir tahun 2022.

Bagian berikutnya dari Rencana ini berfokus pada ‘analisis sisi permintaan’, yang menganalisis investasi Eropa di sektor dan sub-sektor tertentu, beserta negara asal, wilayah, dan kelompok investasi di negara-negara anggota UE. Bagian ini juga mengkaji faktor-faktor penentu lokasi, guna memahami motivasi yang mendorong investor Eropa untuk melakukan ekspansi ke luar negeri, khususnya di kawasan ASEAN dan di berbagai sektor. Analisis ini memanfaatkan berbagai kumpulan data, temuan survei, serta konsultasi sektor swasta.
Pemahaman rinci dari kedua bagian ini telah digunakan untuk menetapkan serangkaian segmen prioritas Daya Tarik Investasi di masing-masing pengelompokan sektor.

Bagian penutup dan penting dari dokumen Rencana ini mencakup daftar lengkap calon investor yang bidang usahanya selaras dengan penawaran dan peluang investasi di Indonesia. Selain itu, rencana ini juga akan mencakup rencana implementasi bulanan untuk kuartal kedua tahun 2024 hingga kuartal keempat tahun 2025, sehingga memastikan adanya peta jalan yang kuat dan dapat dilaksanakan demi keberhasilan rencana tersebut. Landasan untuk fase ini dimulai pada akhir tahun 2023 dan akan selesai pada paruh pertama tahun 2024, dengan kolaborasi aktif dari BKPM dan Bappenas. Wawasan berharga dan rekomendasi strategis dari berbagai pemangku kepentingan terus didorong, dengan tujuan untuk menciptakan daftar pilihan yang tepat untuk setiap sektor. Upaya kolaboratif ini dirancang untuk melengkapi kementerian dengan perangkat yang komprehensif, yang mencakup tidak hanya rincian kontak per perusahaan yang terpilih, namun juga strategi penjangkauan dan keterlibatan serta penyampaian pesan yang disesuaikan untuk calon investor yang terpilih.

Ketika Rencana Daya Tarik Investasi Indonesia-Uni Eropa hampir selesai, kelompok pemangku kepentingan tambahan, di luar kementerian, akan diajak berkonsultasi, untuk memastikan bahwa upaya tekun dari semua pemangku kepentingan yang terlibat akan membuka jalan bagi masa depan yang menjanjikan berupa peningkatan investasi dan kolaborasi. Rencana ini siap untuk membuka serangkaian peluang investasi yang besar dan beragam serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi dunia usaha di Indonesia dan UE, serta memperkuat hubungan ekonomi antara kedua wilayah tersebut.

Subscribe to the ARISE+ Indonesia newsletter