19 Januari 2023 - Bantuan Teknis I

Pengembangan website Indonesia Rapid Alert System (INRAPEX) yang telah dimulai sejak tahun 2022 telah selesai dan dipresentasikan di hadapan pejabat Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Kepatuhan Perdagangan (DGCPTC), Kementerian Perdagangan, pada tanggal 17-18 Januari 2022 di Bogor. Lokakarya yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa, Kementerian Perdagangan, dengan dukungan dari ARISE+ Indonesia, bertujuan untuk menguji fungsionalitas situs web, membahas prosedur implementasi dan mendapatkan umpan balik dari para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan situs web INRAPEX.
INRAPEX adalah sistem basis data terintegrasi berbasis web untuk memantau pengawasan pasar produk non-pangan. Pengembangan sistem INRAPEX diamanatkan dalam UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Direktur Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa (Dit. PPBJ), Khakim Kudiarto, menyoroti nilai tambah ganda yang ditawarkan oleh pengembangan INRAPEX.
“INRAPEX memungkinkan komunikasi yang lebih baik antara petugas pengawas pasar di pusat dan daerah. Selain itu, konsumen akan segera mengetahui produk yang tidak aman di pasar,” kata Khakim.
Pengembangan INRAPEX diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Kepatuhan Perdagangan pada tahun 2021, dengan persiapan lokakarya yang diselenggarakan oleh Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, dengan bantuan teknis dari ARISE+ Indonesia. Pada tahun 2022, Direktorat Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa di bawah DGCPTC, sebagai National Contact Point untuk INRAPEX, memimpin pengembangan situs web dan implementasi sistem. Tiga lokakarya diselenggarakan pada tahun 2022 untuk membekali petugas pengawasan pasar distribusi barang dan jasa dalam mengoperasikan sistem, dengan dukungan berkelanjutan dari ARISE+ Indonesia.
Bapak Khakim berharap sistem INRAPEX dapat diimplementasikan dengan baik di Indonesia sebagai negara pertama di ASEAN yang memiliki sistem komprehensif untuk pertukaran informasi dan publikasi produk yang tidak aman atau tidak sesuai.
“Hal ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sangat serius dalam melindungi konsumen,” tambah Khakim.
Pakar Utama ARISE+ Indonesia untuk Infrastruktur Kualitas Ekspor, Carsten Kudhal, mengoordinasikan bantuan teknis, didukung oleh Pakar Senior EQI Arief Safari, dan Erry G. Wiriaatmaja sebagai pengembang situs web.
Menyampaikan kata sambutan, Bapak Carsten mengatakan, "Pengembangan INRAPEX akan meningkatkan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Nasional dan Infrastruktur Mutu Ekspor yang menyelaraskan prosedur teknis Indonesia dengan praktik terbaik internasional dan, dengan demikian, meningkatkan daya saing Indonesia."
Lokakarya ini juga diikuti oleh pejabat di Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Direktorat Pemberdayaan Konsumen, dan Direktorat Kepatuhan Perdagangan di bawah DGCPTC. Selama lokakarya, Pak Erry memandu para peserta melalui situs web INRAPEX yang baru dan prosedur pelaksanaannya. Dia juga mengumpulkan masukan dari peserta untuk menyelesaikan website.
Gembong Sukendra, Market Surveillance Officer Direktorat Pengawasan Distribusi Barang dan Jasa, menyampaikan apresiasinya kepada ARISE+ Indonesia atas pengembangan INRAPEX yang akan sangat bermanfaat untuk mendukung dan meningkatkan pelaksanaan pengawasan pasar di lapangan.
Friska Sari Ronadiba, Petugas Penjaminan Mutu Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, menambahkan, “INRAPEX merupakan bagian penting dari Sistem Penjaminan Mutu Nasional. Kami berharap peningkatan pengawasan pasar akan meningkatkan dan menjaga distribusi produk-produk berkualitas baik di Indonesia. pasar yang sesuai dengan standar nasional.”
Menyusul finalisasi situs web, lokakarya diseminasi akan diselenggarakan untuk menghadirkan dan melatih petugas pengawasan pasar di tingkat daerah untuk mengimplementasikan INRAPEX.