
ARISE+ Indonesia mendukung Asosiasi Produsen Kopi Arabika Gayo untuk mengembangkan website promosi. Situs web baru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan Asosiasi terhadap pasar kopi internasional, terutama di Uni Eropa (EU).
Dataran Tinggi Gayo, yang meliputi kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues di Provinsi Aceh, memiliki konsentrasi produsen kopi Arabika terbesar di Indonesia dengan luas perkebunan lebih dari 100.000 hektar. Wilayah tersebut menghasilkan sekitar 66.200 ton kopi Arabika, dan menyumbang nilai ekspor kopi Aceh senilai US$ 113.449 juta pada 2019, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh.
Pandemi yang menghambat perdagangan global menyebabkan ekspor kopi Aceh turun 26 persen dari nilai 2019 menjadi US$ 82.253 juta pada 2020.
“Kami ingin menggunakan website untuk mempromosikan Kopi Arabika Gayo sebagai produk Indikasi Geografis Terlindungi (PGI) untuk menarik pasar baru, dan membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk kami,” kata Hadiyan Wijaya, Kepala Divisi Promosi dan Pemasaran MPKG.
Pendaftaran PGI di pasar UE menawarkan status khusus untuk produk terdaftar. PGI menekankan hubungan antara wilayah geografis tertentu dan nama produk, yang kualitas, reputasi atau karakteristik lainnya terkait dengan asal geografisnya.
Hadiyan menjelaskan bahwa MPKG yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Gayo Arabica Coffee Protection Society, didirikan pada tahun 2009 untuk mendukung perlindungan hukum Kopi Arabika Gayo, serta memberikan jaminan kualitas dan rasa kepada konsumen. Permohonan MPKG untuk PGI Kopi Arabika Gayo diberikan pada tahun 2010. Keanggotaan MPKG terdiri dari perorangan, kelompok tani, koperasi, dan perusahaan swasta. Hingga saat ini, lebih dari 10.000 petani terdaftar sebagai anggota.
Selain untuk tujuan promosi, website Kopi Arabika Gayo juga berfungsi sebagai sumber informasi bagi anggotanya untuk mengekspor kopi ke UE. Website juga mempromosikan pariwisata di Dataran Tinggi Gayo dengan memberikan informasi tentang tempat-tempat indah di sekitar Takengon di Aceh Tengah, gastronomi lokal, dan masyarakat yang terkait dengan produksi Kopi Arabika Gayo.
Selain mendukung pengembangan situs website, mulai akhir tahun 2020, ARISE+ Indonesia telah mendukung MPKG sejak tahun 2019 melalui sejumlah kegiatan, termasuk lokakarya pelatihan yang diberikan kepada anggotanya di Takengon, saran teknis tentang topik tertentu termasuk aspek ketertelusuran dan pengendalian, serta partisipasi untuk acara Terra Madre di Italia, pada Oktober 2020.
Untuk cek website baru Kopi Arabika Gayo, silahkan kunjungi link ini.