Di tengah Perang Dagang Sawit antara Indonesia-Uni Eropa, kedua pihak membuat program yang berguna untuk memperlancar negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa - Indonesia (IEU-CEPA) bernama ARISE+ Indonesia.
Program ARISE++ Indonesia atau ASEAN Regional Integration Support - Indonesia Trade Support Facility ini difasilitasi oleh hibah UR kepada Indonesia senilai EUR15 juta atau sekitar Rp232 miliar.
"Hibah ini diberikan kepada Indonesia dalam bentuk program sebagai bentuk dukungan peningkatan nilai tambah untuk produk Indonesia" kata kepala delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket.
Hibah ini diberikan selama 4 tahun berfungsi untuk meningkatkan ekspor dan menguatkan keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global.
Diwakili oleh BAPPENAS, pemerintah menyambut baik program ARISE++ Indonesia. "ARISE++ Indonesia adalah bukti komitmen bersama untuk meningkatkan daya saing ekspor dan integrasi ke dalam rantai nilai global, termasuk ASEAN," papar Deputi Menteri BAPPENAS Bidang Ekonomi, Bambang Prijambodo di Jakarta, Rabu (25/9/2019).
Secara spesifik, program ini akan didukung oleh kebijakan pemerintah lainnya dalam empat pilar, yakni 4 program Perdagangan dan investasi, fasilitas Perdagangan, kualitas infrastruktur ekspor, dan indikasi geografis dan dukungan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sehingga program ini dapat diikuti juga oleh masyarakat luas.
Saat ini, proses negosiasi IEU-CEPA masih berlangsung. Setelah negosiasi dituntaskan, Perjanjian CEPA akan memungkinkan peningkatan Perdagangan barang dan jasa serta meningkatkan peluang investasi di pasar bersama dengan 750 juta penduduk.
Uni Eropa memang mitra dagang ketiga terbesar di Indonesia dan salah satu sumber investasi asing langsung terpenting. Pada 2018, Perdagangan bilateral mencapai 26,3 miliar euro dengan surplus sebesar 6,9 miliar euro untuk Indonesia.
Sementara itu, pada 14 Agustus lalu, organisasi negara-negara Benua Biru itu menerapkan bea masuk antisubsidi biodiesel sebesar 8-18%. “Bea masuk dikenakan sementara seiring dengan penyelidikan yang terus berlanjut hingga ditetapkan langkah definitif pada pertengahan Desember 2019,” kata Eksekutif Uni Eropa pada Rabu lalu.
Indonesia terkena dampaknya. Ekspor biodiesel akan mengalami penurunan. Berdasarkan data Trademap.org, ekspor biodiesel negara ini dengan kode HS 3826 ke Eropa pada 2018 tercatat naik tinggi dengan nilai USD 631,1 juta atau sekitar Rp 8,52 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 22,5 kali lipat dari nilai ekspor 2017 sebesar USD 26,8 juta.
Source : akurat.co