News Coverage

Dikenal sebagai negara agrikultur, Indonesia punya banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan. Mulai dari kopi, rempah, hingga garam lokal semuanya bisa mendunia. Persaingan antar negara di dunia bisa ditempuh melalui cara positif. Prestasi dan kekayaan alam yang ditonjolkan bisa membuat sebuah negara berjaya di mata dunia.

Sebagai salah satu negara yang terkenal akan agrikulturnya, Indonesia sudah semestinya mampu bersaing dengan berbagai negara lain. Berbagai hasil tanaman dan rempah adalah kekayaan alam yang semestinya dibanggakan dan mampu mengangkat derajat negara Indonesia.

Sebuah program diselenggarakan untuk membawa Indonesia menjadi negara yang menonjol akan sumber dayanya termasuk budaya kuliner dan berbagai hasil tanah yang dimiliki. Bertajuk 'Hello from The Spice Land', ada misi mulia yang dijalankan untuk mengenalkan kuliner Indonesia yang kaya rempah ke kancah Internasional.

Melalui IGIS Indonesia 2022, rempah dan kuliner Indonesia diharapkan mendunia. Foto: dok. IGIS 2022

Mengutip Indonesia's Geographical Indication Show 2022 (13/5), para pakar dan pegiat kuliner Indonesia tengah mengupayakan perkembangan produk lokal Indonesia semakin beraya di pasar Internasional. Salah satu caranya dengan memberikan label indikasi Geografis pada setiap produk maupun barang yang diproduksi oleh Indonesia.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Hukum dan HAM RI, Indikasi Geografis merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal produk yang dipengaruhi oleh faktor geografis seperti lingkungan dan sebagainya. Tanda ini yang nantinya akan dilabelkan atau ditempelkan pada suatu produk atau barang yang diperjual belikan secara luas.

Contoh dari praktik Indikasi Geografis di Indonesia sendiri, diungkapkan oleh William Wongso begitu banyak. Misalnya penyebutan Asam Jawa, Asam Sunti Aceh, Cabai Keriting Sumatera Barat, Terasi Lombok dan berbagai macam lainnya.

"Dalam sejarah Indonesia, ada satu cerita yang luar biasa bahwa pulau Run di Kepulauan Banda itu ditukar dengan Manhattan yang kini sekarang ada di New York. Belanda menukar itu karena harta karun pulau Run itu adalah rempah," kata William Wongso selaku pakar gastronomi.

Indonesia sendiri sudah dikenal sebagai pemasok beberapa komoditas produk dan barang di pasar dunia. Misalnya Garam Bali, Kayu Manis Koerintji khas Jambi, hingga Lada Luwu Timur yang pedasnya tak kalah enak dan unik dengan lada atau merica dari tempat lain.

Mengenalkan berbagai rempah Indonesia melalui indikasi geografis, dinilai oleh William Wongso sebagai cara terbaik. Foto: dok. IGIS 2022

Menyikapi hal ini, banyak pakar yang kemudian turun tangan untuk memasukkan berbagai rempah dan kekayaan Indonesia lain menjadi produk-produk yang mudah untuk dikenalkan. Salah satu caranya melalui sajian kuliner.

William Wongso, mengatakan bahwa dirinya sangat berharap adanya bantuan dari para pelaku industri untuk memajukan Indikasi Geografis di Indonesia. Misalnya dengan cara memberikan detail Indikasi Geografis dalam kemasan, menggunakan bahan-bahan dari daerah yang sesuai, hingga memberikan informasi mengenai bahan yang memiliki label Indikasi Geografis.

Maria Suwarni selaku Marketing and Merchandising Director Ranch Market Indonesia juga mengungkapkan hal serupa. Selaku dari pihak retail yang berhadapan langsung dengan konsumen, Maria Suwarni mengaku masih dibutuhkan upaya lebih dari retailer untuk menjelaskan makanan sesuai dengan Indikasi Geografisnya masing-masing agar rempah dan kuliner Indonesia semakin dikenal.

Secara sederhananya, program indikasi geografis ini memerlukan sinergi antara para pelaku bisnis dengan konsumen yang harus lebih mencintai budaya kuliner dan hidangan yang khas dari negaranya sendiri. Banyak cara yang telah dilakukan oleh pihak-pihak besar dengan menggandeng produsen lokal yang langsung dari daerah asal kulinernya, tetapi jika tidak didukung dengan masyarakat yang suportif, tugas ini akan semakin berat.

Sumber : detik.com

Get the latest updates on ARISE+ Indonesia

Subscribe for free!