Rabu (3/11) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan dan ARISE+ Indonesia TSF menyelenggarakan Forum Bisnis Specialty Food Ingredients: Sourcing, Labelling and Opportunity in Exporting Indikasi Geografis Indonesia secara fisik dan virtual bertempat di ruang Garuda 5 ICE BSD Tangerang. Hadir Secara Virtual Kadiv Yankumham Kanwil Kemenkumham Bengkulu (Kurniaman Telaumbanua), Kabid Pelayanan Hukum (Suriyanti), Kasubbid Pelayanan KI (Melti Haryani), Kasubbid Pelayanan AHU (Radi Meydiansyah), beserta staf.
Acara diawali dengan sambutan oleh Direktur Merek dan Indikasi Geografis Ditjen KI, yang diwakili oleh kasubdit permohonan dan eksport publikasi merek (Adel Chandra). Dalam sambutanya ia menyampaikan
“Dalam rangka membangun kekuatan dan ekonomi nasional yang kuat, mutlak diperlukan pembangunan yang berkelanjutan. Potensi SDM dan alam yang dimiliki Indonesia perlu digali dan dikembangkana agar mampu memberi kontribusi untuk dapat mendukung pembangunan nasional dan memberikan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Pemanfaatan dan pengelolaan suatu prodak yang berbasis IG Indonesia perlu didorong untuk bersaing di pasar global. Untuk menjawab tantangan ini perlindungan dan pengembangan produksi berbasis IG dari berbagai wilayah di Indonesia menjadi upaya yang sangat penting dan strategis agar dapat berkontribusi bagi pembangunan nasional secara keseluruhan.” Ungkapnya
Selanjutnya materi diisi oleh Tim Leader ARISE+ Indonesia (Mark Queen), dan atase Perdagangan Indonesa di Brusel (Meri Iniasari). Forum ini diselenggarakan atas kerjasama antara kementerian perdagangan dengan Kemenkumham dan ARISE+ Indonesia. Hal ini ini merupakan langka Bersama untuk membangkitkan Kembali perdaganagn Indonesia kepasar dunia dengan mendorong indikasi geografis Indonesia.
Sumber : kemenkumham.go.id