Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Kasan mengatakan, kopi Gayo merupakan salah satu contoh produk Indikasi Geografis (IG) yang pertama diakui pasar global, khususnya pasar Eropa. Kata “Gayo” merupakan identitas kelompok/etnik yang merepresentasikan daerah asal. Selain itu juga menggambarkan pribadi yang melekat yang tidak dimiliki oleh IG dari negara lain.
Hal tersebut disampaikan Kasan pada seminar web (webinar) bertema “Approaching October Harvest Season: A Webinar on Market Linkage of Traceable PGI Gayo Arabica Coffee to the EU Market” sebagai rangkaian dari kegiatan “Indonesia Coffee Week” yang berlangsung 17-25 September 2020.
Webinar digelar Ditjen PEN Kementerian Perdagangan dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, masyarakat perlindungan kopi Gayo (MPKG), dan Arise+ Indonesia. Penyelenggaraan webinar sekaligus sebagai langkah persiapan menyambut panen raya kopi Gayo Oktober mendatang.
“Untuk mendorong kinerja ekspor nasional, Kementerian Perdagangan terus berupaya mengembangkan strategi branding dan promosi produk IG. IG menjadi identitas bagi suatu produk yang memiliki ciri khas tertentu sekaligus menggambarkan keindahan Indonesia, serta merupakan salah satu faktor penting yang dapat mendorong wisatawan ke dalam negeri,” ujar Kasan.
Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop mengatakan, webinar ini dihadiri sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, eksportir kopi Gayo, dan perwakilan pedagangan Indonesia di Eropa yang melakukan penjaringan buyers kopi arabika Gayo IG di Eropa.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penjajakan kesepakatan dagang virtual (virtual business matching/VBM).
“Para buyers nantinya akan diundang menikmati sajian kopi Gayo di kantor perwakilan perdagangan masing-masing dan memberikan testimoni produk tersebut,” kata Marolop.
Marolop juga mengungkapkan, webinar ini merupakan rangkaian persiapan panen kopi Gayo yang akan dilakukan Oktober 2020 nanti. Rencananya, sebelum panen tiba, para petani produsen dan pedagang kopi Gayo akan bertemu secara virtual dengan para importir kopi di Eropa.
Sumber : tribunnews.com